Home TANGERANG HUB Terduga Teroris itu Pengurus RT

Terduga Teroris itu Pengurus RT

0
SHARE

PAMULANG –Rumah terduga teroris, Bambang Eko Presetyo, di Pamulang, Kota Tangsel, digeledah polisi. Bambang dikenal warga sebagai sekretaris RT di lingkungannya. Penggeledahan tepatnya dilakukan di sebuah rumah kuning muda di  Jalan Beo Komplek Asia Afrika II RT 04/13 No. 26 Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang Jumat (24/3).

“Saya kaget juga. Saat digeledah sekitar pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB rumahnya kosong, tidak ada orang,” kata Wakil Ketua RT setempat, Sahrir Sidiq.

Menurut Sahrir, Bambang merupakan salah seorang pengurus RT di wilayahnya. Hal itu membuat warga tidak menaruh curiga jika Bambang terlibat jaringan teroris. “Kebetulan dia sekretaris RT. Dia bagian pembukuan. Dia pengurus di sini makanya kami nggak curigain,” ujar Sahrir.

Sahrir juga mengatakan Bambang berencana pindah dari rumah itu. Bambang akan tinggal di Bogor, Jawa Barat, untuk membuka usaha baru. “Yang saya tahu rumah ini mau dijual karena dia mau pindah ke Bogor. Pindah ke Bogor mau buka usaha di sana. Di sini, dia kerjanya teknisi internet,” papar Sahrir.

Dari rumah bertipe 70 itu polisi membawa seperti, sepeda motor yamaha Nuvo B 6567 WDV, mobil Honda Mobilio B 1816 KOF. Juga satu buah tongkat kejut, dua tv komputer, CPU komputer, satu gulung alumunium foil, satu unit printer. Dua unit internal hardisk, satu buah power bank dan laptop rusak.

 “Dalam penggeledahan tersebut, terdapat barang bukti yang diamankan dan dibawa tim Detasemen 88,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander.

Selain itu, dokumen milik Bambang turut diamankan petugas. Polisi menemukan kuitansi penginapan hotel dan tiket pesawat saat penggeledahan. “Dari Satuan Reskrim Polres Tangsel melakukan back up proses penggeledahan,” ucap Alexander.

Wartawan mendatangi rumah Bambang pada Jumat (24/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari gerbang jalan Asia Afrika II. Di depan rumah terdapat pagar besi setinggi 1 meter bercat warna hitam. Pintu pagar itu tertutup rapat dan dikunci menggunakan rantai serta sebuah gembok.

Rumah Bambang berdiri di atas lahan dengan luas sekitar 100 meter persegi. Dinding rumahnya berwarna putih. Di beberapa sisi, cat rumah sudah terkelupas sehingga menampakkan warna asli dinding. Di teras depan terlihat 5 buah bangku dan satu meja terletak di depan pintu. Sebuah sapu ijuk masih berdiri tersandar di dekatnya.

Sisi kiri rumah Bambang berbatasan langsung dengan rumah warga lain. Di bagian kanannya, terdapat sebuah garasi kosong. Di garasi itu kini terlihat tumpukan besi-besi bekas. Tiga buah sepeda berukuran kecil juga terlihat tergeletak.

Hal yang membedakan rumah Bambang dengan rumah warga lain yakni bagian atasnya. Di atap rumah Bambang terdapat sebuah antena menjulang, tingginya sekitar 20 meter.
Saat didatangi, rumah itu tak dipasangi garis polisi. Warga sekitar juga terlibat berbincang tak jauh dari rumah Bambang. Sejumlah anak-anak juga asik bermain sepeda.

Tetangga Bambang, yakni Waris (52), mengatakan Bambang tinggal bersama istrinya, Eva, dan tiga anaknya. “Anak paling besar berusia sekitar 8 tahun,” ujarnya.

Waris mengaku melihat terakhir kali Bambang pada Kamis (23/3) siang di rumahnya. Namun, selepas waktu asar rumah Bambang terlihat sepi dan tidak ada orang. “Lampu depan nyala tapi, orangnya tidak ada,” ceritanya.

Menurut Waris, Bambang tinggal di Komplek Asia Afrika sejak 2012. Kesehariannya terlihat ramah dan mudah bergaul dengan warga. Namun, sejak satu tahun ini ia curiga lantaran kerap kumpul sama teman-teman.

“Kalau pas ngumpul mereka pakai baju gamis dan kalau tidak ditegur tidak mau menyapa warga yang lewat,” jelasnya.

Setelah berkumpul biasanya mereka langsung pergi dan kembali beberapa hari kemudian. “Waktu penggeledahan polisi menjebol pintu pakai linggis dan membawa barang-barang milik Bambang,” ungkapnya.

Penggeledahan ini merupakan rangkaian dari penangkapan lima terduga teroris oleh Tim Densus 88 di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kelurahan Kepuh Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, sehari sebelumnya. (bud/bha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here