Home NASIONAL Puskesmas Kunjungi Rumah Warga

Puskesmas Kunjungi Rumah Warga

0
SHARE

Kementerian Kesehatan melalui puskesmas gencar melakukan Pendekatan Keluarga untuk mencegah penyakit sejak dini. Puskesmas tidak lagi hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga-keluarga di wilayah kerjanya.

Sekjen Kementerian Kesehatan dr Untung Suseno Sutarjo menyatakan, Pendekatan Keluarga mengintegrasikan upaya kesehatan perorangan (UKP) dan usaha kesehatan masyarakat (UKM) yang dilakukan secara berkesinambungan berdasar data dan informasi profil kesehatan keluarga

’’Pendekatan Keluarga memungkinkan untuk melakukan tindakan preventif juga jika ada risiko, penyakit dapat diintervensi secara dini,’’ ujarnya.

Saat ini terdapat 2.962 puskesmas yang sudah menjalankan konsep Pendekatan Keluarga. Targetnya, pada 2019, sebanyak 9.300 puskesmas di Indonesia bisa menjalankan Pendekatan Keluarga.

Pada 2016 Kementerian Kesehatan melakukan pelatihan terhadap 60 tenaga kesehatan. Tahun ini semakin intensif dengan memberikan pelatihan terhadap sistem manajerial puskesmas.

’’Nanti mereka (puskesmas) bikin profil keluarga sehat. Diusahakan masuk secara digital agar bisa terlihat mana daerah yang aktif dan mana daerah yang masih lambat. Yang lambat nanti kami fasilitasi. Kami bantu agar lebih cepat,’’ ungkap Untung.

Salah satu daerah yang telah menjalankan Pendekatan Keluarga adalah Pontianak, Kalimantan Barat. Kepala Dinas Kesehatan Pontianak dr Sidiq Handanu W. MKes menjelaskan, di antara 23 puskesmas di Pontianak, 12 puskesmas sudah menjalankan pendekatan keluarga. Targetnya, sepanjang April ini program tersebut bisa dilaksanakan di seluruh puskesmas.

’’Pendekatan Keluarga merupakan penajaman upaya kesehatan yang sudah dilakukan. Jika sebelumnya komunitas, sekarang fokus ke keluarga sebagai unit terkecil komunitas,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Siantan Hilir, Pontianak, Kalimantan Barat, Dayang Yuliani SKM MPH mengungkapkan, di wilayahnya terdapat 8.753 kepala keluarga. Saat ini ada sepuluh surveyor yang turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, sosialisasi mengenai kesehatan, hingga pemeriksaan tekanan darah. Jika mendapati warga yang memerlukan tindakan khusus, puskesmas pun siap membantu.

’’Kami menyambut baik pendekatan keluarga ini agar kondisi kesehatan masyarakat diketahui lebih awal,’’ ungkap Dayang. (swn/c5/wir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here