Home OLAHRAGA Berlaga dengan 22 Pemain

Berlaga dengan 22 Pemain

0
SHARE

Laga perdana Persita di kompetisi Liga 2 (sebelumnya Divisi Utama) tinggal menghitung hari yakni pada 20 April kontra Persikad Depok. Pendekar Cisadane tetap optimis akan bisa meraih angka penuh dari Laskar Singa Margonda walau saat ini tim Ungu baru berkekuatan 22 pemain.

“Jika melihat persiapan pemain saya cukup yakin kami bisa meraup kemenangan dari Persikad dan pertandingan home pertama menghadapi Persikabo. Sejauh ini para pemain sudah siap berlaga dan kemampuan tim sudah dipersiapkan untuk itu,” ujar Bambang Nurdiansyah, Pelatih Persita.

Dikatakan Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, meski timnya baru dihuni 22 pemain namun semua telah menunjukkan kemampuan terbaik. Bahkan kata Banur dirinya telah memiliki 18 pemain utama dan 4 pemain pelapis yang kemampuannya bisa diandalkan.

Persiapan yang tengah dilakukan oleh mantan pelatih PS Bhayangkara tersebut adalah mendrill kemampuan pemainnya dalam urusan mencetak gol. Banur mengungkapkan dirinya ingin menciptakan semua pemain Persita punya naluri mencetak gol dan membunuh lawan sejak awal pertandingan.

Dimana seperti musim sebelumnya, Banur tak hanya mengandalkan striker dalam urusan membuat gol. Semua pemain dibuat eks striker timnas era 80-an tersebut tajam di depan gawang.

Ini sebenarnya telah terlihat dalam beberapa ujicoba Persita, dimana gol tak melulu dibuat Sirvi Arvani. Saat striker asal Perserang itu mandeg cetak gol, muncul pemain lain seperti Hari Habrian, M. Sholeh, Heru Setyawan hingga Henry Rivaldi yang mampu menjalankan tugas sebagai pencetak gol.

Dengan kondisi ini, Banur cukup yakin Persita akan mampu meraup poin penuh pertama di kompetisi kasta kedua sepakbola nasional ini. Sehingga menjadi modal awal yang baik buat Persita bersaing memperebutkan posisi pemuncak klasemen grup 2.

“Target lawan Persikad adalah menang, karena kalau melihat persiapan yang dilakukan Persita jauh lebih baik dibanding lawan. Apalagi jika pertandingan dimainkan di GOR Ciracas atau Stadion Krakatau Steel, Cilegon (Stadion Merpati Depok dinilai tak layak, red),” jelas Banur.

Selain menghadapi Persikad, Banur menyatakan menargetkan skuat asuhannya meraih kemenangan di empat pertandingan home Persita di putaran pertama. Dan meraih poin di tiga laga tandang lainnya. Target ini untuk mengamankan posisi Persita di puncak klasemen sementara Grup 2 sebelum jeda paruh pertama.

“Karena paruh kedua digelar setelah lebaran, ini cukup riskan buat kita kalau tak ada di papan atas. Makanya kita harus langsung ngebut hingga akhir putaran pertama, untuk mengamankan posisi di klasemen,” tutup Banur.

Sedang terkait materi pemain tambahan yang dibutuhkan Persita untuk menggenapi kuota 25 dari 30 pemain yang boleh didaftarkan klub, CEO Persita Ahmed Rully Zulfikar Iskandar memilih mencari pemain muda yang potensial untuk dikembangkan di musim 2018. “Pemain yang akan diambil diusahakan adalah pemain muda, tapi pemain muda yang kualitasnya mendekati pemain utama. Kedepan kami ingin Persita ini bisa tetap mempertahankan status sebagai pencetak pemain bintang,” ujar pria yang akrab disapa Rully.

Pemain muda ini kata Rully yang punya potensi sebagai komoditi dalam bursa transfer pemain. Karena dalam sepakbola modern sekarang ini, Persita wajib memanfaatkan potensi mencetak pemain yang bisa menjadi profit buat klub. “Salah satu pendapatan klub modern adalah dari jual beli pemain, kita harus memulai meski saya akui butuh keberanian dalam memulai,” ujarnya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here