Home TANGERANG HUB POLISI SIAGA DI PERBATASAN

POLISI SIAGA DI PERBATASAN

0
SHARE

TANGERANG—Kepolisian di Tangerang mengimbau warga di wilayah hukumnya agar tidak mengikuti kegiatan Tamasya Al-Maidah ke Jakarta. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah kerawanan yang dapat mengganggu ketertiban umum saat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua berlangsung hari ini, Rabu (19/4).

Di Kota Tangsel, Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan mengatakan sudah menerima surat edaran berisi maklumat dari pimpinan Polri untuk diteruskan kepada masyarakat. “Isinya menekankan agar tidak ikut serta mengikuti aksi Tamasya Al-Maidah.,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (18/4). Dia menambahkan dalam maklumat yang ditandatangani Kapolda Metro Jaya itu disebutkan bahwa warga Tangsel diminta agar tidak terprovokasi.

“Mengimbau warga untuk tidak datang ke Jakarta melaksanakan aksi menyampaikan pendapat di muka umum terkait Pilkada di DKI Jakarta dalam bentuk apapun,” tambahnya. Dalam pelaksanaan pilkada, Ayi minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya kepada KPU dan Banwaslu DKI Jakarta. Sementara untuk urusan keamanan, percayakan saja kepada petugas keamanan negara dari Polri dan TNI. Polisi juga menyampaikan agar tidak mengirimkan massa dengan jumlah besar untuk mengikuti aksi unjuk rasa di DKI Jakarta.

“Ini akan berpotensi menimbulkan konflik dan gangguan keamanan serta ketertiban umum,” jelasnya.  Tak mau kecolongan, Ayi akan menerjunkan anggotanya untuk berjaga-jaga di daerah perbatasan Kota Tangsel dan Jakarta. Seperti di Ciputat yang berbatasan langsung dengan Jakarta.

Warga yang mengarah ke Jakarta dan mencurigakan akan diperiksa. “Jadi kalau kendaraan diberhentikan dan diperiksa, warga harap maklum. Lebih baik melakukan aksi bermanfaat dan pikirkan kembali untung ruginya kalau mengikuti aksi tersebut,” tuturnya. Sekretaris MUI Kota Tangsel Abdul Rojak mengatakan, warga harus mempercayakan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua kepada penyelenggara dan Pengawas Pemilu. “Bagi yang tidak punya hak suara, tidak perlu datang ke Jakarta pada 19 April,” ujarnya.

Rojak berharap agar warga tidak membuat kesan Pilkada DKI mencekam. “Kita berharap, pilkada berjalan lancar, tidak ada warga yang terprovokasi dan ikut ke Jakarta dalam tahapan kedua ini,” tambahnya. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengimbau agar warga Tangsel dapat membantu mensukseskan Pilkada DKI Jakarta. “Caranya kalau tidak ada keperluan yang penting, sebaiknya tidak pergi ke Jakarta. Saya berharap agar semua warga dapat menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya,” tuturnya.

Di Kabupaten Tangerang, Polresta memastikan tidak ada pergerakan massa dari Tangerang ke Jakarta. Hal tersebut dikatakan Wakapolresta Tangerang AKBP Mamun kepada Tangerang Ekspres Selasa (18/4). Mamun mengaku, saat ini Polresta sedang melakukan pengamanan jalur menuju Jakarta, baik itu jalur arteri maupun jalan tol. Hal itu menyusul diberlakukan status siaga satu oleh Polri.

Beberapa ruas saat ini mendapatkan pengawalan khusus, sejumlah personel kepolisian juga ditempatkan di beberapa lokasi seperti Tol Balaraja, Cikupa dan Jayanti. “Kita siaga satu, antisapisi gerakan massa menuju Jakarta,” kata Mamun, kemarin. Dijelaskan Mamun, sejauh ini tidak laporan resmi soal adanya gerakan massa menuju Jakarta. Ia meyakini pengamanan untuk di beberapa ruas jalan menuju Jakarta lancar dan terkendali. “Jalur antispasi untuk pengamanan masih sangat kondusif. Alhamdulillah sementara tidak ada laporan massa,” ungkap Mamun.

Dia yakin, masyarakat Kabupaten Tangerang saat ini sudah jauh lebih mengerti mana yang lebih baik bagi dirinya. Ia berpendapat, hal itulah yang membuat wilayah hukumnya saat ini terlihat seperti normal-normal saja. Meski demikian, kewaspadaan tetap dilakukan dengan melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh politik serta pemerintah. “Masyarakat kita sudah lebih dewasa,” ungkap Mamun.

Di Kota Tangerang, terdapat 8 titik perbatasan yang dilakukan penjagaan ketat. Wakapolres Metro Tangerang AKBP Erwin Kurniawan menuturkan delapan titik tersebut diantaranya, Jalan Hos Cokrominoto, Kelurahan Kreo (Batas Jaksel), Jalan Daan Mogot, Kecamatan Batu Ceper (Batas Jakbar), Perum Green Lake, Kecamatan Cipondoh (Batas Jakbar), Jalan Dr Sutomo, Kecamatan Karang Tengah (Batas Jakbar).

Kemudian Jalan Raden Saleh, Kecamatan Karang Tengah (Batas Jakbar), Jalan Palimanan, Kecamatan Benda (Batas Jakbar), Jalan Husen Sastranegara, Kecamatan Benda (Batas Jakbar), Perum Villa Taman Bandar, Kecamatan Kosambi (Batas Jakut). “Masing-masing titik dilakukan pengamanan tiga pilar, bekerjasama dengan unsur kelurahan dan kecamatan, TNI dan juga Polri. Untuk anggota polisi sendiri satu titiknya 20 anggota,” jelasnya. Dalam perihal penjagaan ketat mobilisasi massa. Wilayah yang menjadi zona merah atau perhatian ketat ialah wilayah Ciledug, Cipondoh dan Batuceper.

“Dari aksi 212 dan sebagainya banyak massa yang berangkat memang dari Batuceper. Kami sudah mendata sejumlah ormas yang suka berangkat. Kami sudah kunjungi mereka dan melakukan tindakan prefentif,” ungkap Wakapolres. Sementara itu, anggota humas Polres Metro Tangerang Kota sudah menyebarkan selembar kertas imbauan terkait melarang melakukan pengerahan massa ke wilayah Jakarta saat hari pencoblosan. Serta mengimbau untuk menjaga dan bersama-sama mengamankan wilayah Kota Tangerang dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Semua kami lakukan demi keamanan Kota Tangerang khususnya warga-warga kami. Semua demi kebaikan, di Jakarta sudah ada yang mengurus dan menjaga. Kita di sini lebih baik menjaga kondusifitas wilayah kita Kota Tangerang,” tutupnya. Dari Jakarta dilaporkan, Panitia Tamasya Al-Maidah akan tetap menggelar aksi pada 19 April. Namun panitia meminta kepada peserta untuk kooperatif dengan imbauan atau instruksi dari polisi.

“Bagi peserta Tamasya Al-Maidah dari berbagai daerah yang ternyata tertahan di jalan atau bahkan disuruh pulang oleh aparat keamanan maka kembaliah ke tempat asal dan tidak perlu melawan aparat,” demikian pernyataan yang disampaikan Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ustad Ansufri Idrus Sambo dalam konferensi pers di Tebet, Selasa (18/4). Ansufri membacakan salah satu poin dalam maklumat yang dikeluarkan oleh panitia Tamasya Al Maidah. Maklumat ini dikeluarkan sebagai balasan dari maklumat yang dikeluarkan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. Ansufri meminta para peserta tetap tenang. Niat perjuangan akan tetap sampai.

“Yakinlah pengorbanan dan perjuangan Anda sudah sampai di sisi Allah dan semoga dijadikan Allah sebagai amal sholeh jihad di jalannya,” kata Ansufri. Dalam poin maklumat yang lainnya disebutkan, panitia meminta para peserta Tamasya Al Maidah yang sudah berada di Jakarta untuk tidak terpancing provokasi.

“Jika ada larangan dari aparat setempat maka jangan melawan bahkan jika ada provokasi dari pihak manapun maka jangan melayaninya, jika memang suasana sudah tidak kondusif maka para peserta diminta kembali ke masjid/mushalla tempat menginap dgn memperbanyak ibadah, zikir & doa untuk memohon pertolongan Allah dan untuk memenangkan Umat Islam & tegaknya Surat Al-Maidah 51,” kata Ansufri. (bud/din/bung/dtc/bha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here