Home OLAHRAGA Semangat Versus Kecepatan

Semangat Versus Kecepatan

0
SHARE

Batasan usia pemain Bupati Cup 5 tahun 2017 yang hanya untuk pemain 19 tahun kebawah membuat peserta memutar otak. Tak terkecuali dua tim yang akan berlaga di laga pembuka, kesebelasan tuan rumah Kosambi dengan Kronjo yang terpaksa mengubah karakter tim untuk bisa meraih poin perdana.

Di kubu tuan rumah berlimpahnya materi pemain muda yang dimiliki coba dioptimalkan pelatih Wahdudin dengan mengutamakan pemain bermain dengan kecepatan. Dimana pergerakan pemain dari dua sayap jadi andalan selain untuk menyuplai umpan pada striker tapi juga mencetak gol.

Pola ini dinilai Wahdudin telah mampu dijalankan dengan baik oleh pemain asuhannya. Terbukti mereka mampu meraih kemenangan 2-1 saat dijamu Persita Old’s Star di Stadion Benteng akhir Maret lalu.

Padahal sebelumnya kesebelasan Kosambi dibungkam Persita 4-0 pada pertandingan road show Pendekar Cisadane. “Dari pertandingan melawan Persita kami lihat kekuatan kami ada kecepatan pemain, ini yang akan kami upayakan menjadi andalan kami termasuk saat jumpa Kronjo,” jelas Wahdudin.

Soal kekuatan Kronjo Wahdudin tak mau berkomentar banyak, karena pihaknya buta kekuatan tim Kronjo. “Kami tak mau memikirkan kekuatan Kronjo, yang penting tim kami mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kami berusaha keras meraih kemenangan dihadapan pendukung sendiri,” tutupnya.

Sedang Direktur Teknik kesebelasan Kecamatan Kronjo Sutrino menegaskan batasan umur buat pemain 19 tahun kebawah membuat kekuatan skuat asuhan pelatih asal Nigeria James Oekocha berubah. Pemain yang mengisi skuat Kronjo dinilai mantan penjaga gawang Persita itu dinilai belum cukup kuat untuk bisa bersaing di ajang Bupati Cup kali ini.

Namun, pria yang akrab disapa Trisno itu punya cukup keyakinan pemilihan pemain yang lebih merata di 10 desa yang ada di Kecamatan Kronjo akan melipatgandakan kemampuan pemain. Dari 10 desa yang ada di Kronjo, 8 desa memiliki keterwakilan pemain di tim Kronjo.

“Karakter pemain Kronjo adalah punya semangat tinggi jika membawa nama wilayahnya, saya optimis dengan sengat pemain. Karena saya tahu betul dalam sepakbola semangat bertanding pemain yang tinggi bisa melipatgandakan kemampuan teknik dan fisik pemain, ini yang saya harapkan muncul dalam diri pemain,” tegas Kepala Desa Kronjo itu.

Karena jika secara teknik dan fisik, pemain muda yang mengisi tim Kronjo dinilainya kalah dibanding Kecamatan Kosambi. “Tapi dalam sepakbola belum ada yang pasti sampai pertandingan dan kompetisi berakhir, semua masih bisa terjadi. Bola itu bundar,” tutupnya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here