Home OLAHRAGA Modal Hadapi Persikabo

Modal Hadapi Persikabo

0
SHARE

Persita mendapat pelajaran berharga dari laga ujicoba kontra Timnas U-22 besutan Luis Milla di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Lippo Village, Kelapa Dua, Selasa (25/4). Pendekar Cisadane ‘sukses’ mengimbangi Febri Hariyadi dkk dengan hanya menelan kekalahan 2-1.

Skuat besutan Bambang Nurdiansyah kebobolan dua gol lewat Febri Hariyadi dan Osvaldo Haay. Sedang gol balasan Persita dicetak oleh top skorer ISL U-21, Aldi Al Achya.

Kesuksesan mengimbangi timnas tak lepas dari materi pemain yang dimainkan Persita dimana mengutamakan pemain cadangan. Di babak pertama Persita yang tampil tanpa kehadiran Bambang Nurdiansyah karena sedang menjalani pendidikan instruktur pelatih AFC, menurunkan 9 pemain cadangan, Gandul, sapaan Wiganda Saputra, hanya memainkan 2 pemain utama yakni Rian Miziar dan Firmansyah di lini belakang.

Di bawah mistar gawang, Yogi Triana menjadi palang pintu terakhir. Rian dan Firmansyah didampingi Rico Sanjaya dan M. Diksi Hendika. Di posisi lini tengah Rudi Setiawan, Dika Denhas, M. Toha, Iqbal Alfadillah dan Teja Ridwan membantu striker tunggal yang diisi Andika Dian Sururi.

Komposisi ini mampu menahan serangan timnas yang gencar ke pertahanan Pendekar Cisadane. Timnas baru mampu membuat gol memasuki akhir babak pertama saat akselerasi Dendi Sulistyawan yang diteruskan dengan memberi umpan kepada Febri Hariyadi yang tak kesulitan membobol gawang Yogi.

Persita bukan tanpa perlawanan beberapa kali Andika dan Dika Denhas mampu menembus pertahanan skuat ‘Merah-Putih’ sayang semua kandas akibat solidnya lini belakang Hansamu Yama dkk.

Di babak kedua Timnas U-22 menambah keunggulan lewat aksi Osvaldo Haay. Berawal dari serangan di sisi kanan gawang Persita yang dilakukan Miftahul Hamdi memberikan sodoran yang langsung ditendang oleh Osvaldo menembus kaki Rio Ramandika.

Menjelang akhir pertandingan, Persita mencetak gol untuk memperkecil kekalahan. Gol tersebut dicetak oleh Aldi setelah dia menerima umpan datar dari rekannya M. Solechudin dari sisi kiri gawang Ravi Murdianto.

Menanggapi permainan Egi Melgiansyah dkk, Gandul tetap merasa puas karena pemain mampu memberikan perlawanan kepada timnas. Apa yang ditunjukkan pemain menunjukkan mental bermain skuat Pendekar Cisadane cukup bagus.

Mantan pemain timnas Primavera itu menuturkan pemain Persita juga memetik pelajaran berharga dari laga yang disaksikan Ketua Departemen Tim Nasional PSSI, Gede Widiade itu. Pelajaran ini kata Gandul menjadi modal penting menghadapi Persikabo pada pertandingan lanjutan Liga 2.

“Pertandingan tadi adalah hasil evaluasi dari kesalahan-kesalahan yang pemain lakukan saat kalah di pertandingan pertama (kontra Persikad, red). Pemain sudah mampu memperbaiki kesalahan teknik dasar yang menjadi penyebab kekalahan kemarin,” kata Gandul.

“Kesalahan elementer sudah berkurang di laga tadi, yang saya lihat semangat pemain juga terdongkrak dari pertandingan ujicoba ini,” tambahnya.

Manajer Persitaa Enrico Toga Siahaan mengaku cukup senang dengan hasil yang diraih Persita kemarin pagi. Menurutnya, permainan dan hasil pertandingan menunjukkan sinyal pemain cadangan tim Ungu tak beda kemampuannya dengan pemain utama.

“Ini cukup penting karena kami butuh kedalaman tim yang kuat agar bisa keluar sebagai pemenang di persaingan babak penyisihan Grup 2 di Liga 2 dan memenuhi target lolos ke Liga 1 musim depan,” pungkasnya.

Setelah berlaga melawan timnas Indonesia U-22, Persita bakal menghadapi pertandingan pekan kedua Liga 2. Klub asal Tangerang ini bertempur kontra Persikabo Bogor akhir pekan nanti di Stadion Maulana Yusuf.

Di kubu timnas Asisten Pelatih Timnas U-22 Bima Sakti menyatakan bukan hasil yang ingin dilihat pada ujicoba kemarin, tapi jajaran pelatih ingin melihatĀ  permainan. “Kami tidak terfokus pada hasil. Kami ingin lihat peningkatan yang ditunjukkan para pemain setelah menjalani latihan,” ucap Bima.

Fokus utama Luis Milla pada laga kemarin adalah soal pressing dan sirkulasi bola. “Pemain diintruksikan melakukan pressing sejak bola masih di daerah lawan. Selain itu bola harus cepat dialirkan ke kanan dan ke kiri,” kata dia.

Namun secara permainan timnas terlihat masih sulit mengembangkan apa yang diinginkan Milla, mengingat Persita juga melakukan pressing ketat saat pemain timnas memegang bola.

Laga uji coba tersebut menjadi penutup pemusatan latihan yang dimulai pada Kamis (20/4). Selanjutnya, Evan Dimas dkk bakal dikumpulkan lagi pada 7-10 Mei 2017. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here