Home OLAHRAGA Raksasa Bangkit dari Tidur

Raksasa Bangkit dari Tidur

0
SHARE

AMSTERDAM – Dua dekade bukan masa penantian yang singkat. Turunnya pamor Eredivisie turut membuat Ajax Amsterdam tenggelam dalam hiruk pikuk persaingan sepak bola Eropa.

Bak raksasa yang bangkit setelah lama tertidur pulas, Ajax menunjukkan kalau masih pantas dipandang sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa. Kemarin (4/5) di Amsterdam Arena pada pertemuan pertama semifinal Europa League, De Godenzonen, julukan Ajax, memukul Olympique Lyonnais dengan skor 4-1

Berkat kemenangan besar itulah maka langkah Davy Klaassen dkk menyongsong pertemuan kedua Jumat (12/5) mendatang di Parc Olympique Lyonnais jadi ringan. Kalau ingin lolos final maka Lyon wajib menang dengan margin tiga gol atau lebih.

Pada pertandingan kemarin penyerang Ajax Bertrand Traore menjadi pahlawan. Pemain berpaspor Burkina Faso tersebut melakukan brace yakni pada menit ke-25 dan 71. Dua gol Ajax lainnya disumbangkan Kasper Dolberg (34′) dan Amin Younes (49′). Sedangkan Lyon memperkecil kekalahan lewat Mathieu Valbuena (66′).

Pelatih Ajax Peter Bosz dalam situs resmi UEFA mengatakan timnya tertekan oleh Lyon antara 15 sampai 20 menit awal laga berjalan. Tekanan bergelombang oleh Les Gones, julukan Lyon, membuat anak asuhnya kesulitan berkembang secara permainan.

Namun ketika Ajax berhasil mengkonversi dua peluang yang dimilikinya menjadi gol, konfidensi tersebut tumbuh. Unggul dua gol kemudian membikin performa juara Liga Champions empat kali tersebut

“Dibantu dengan kombinasi dukungan penonton, sesuatu yang indah terjadi. Kami membutuhkan untuk memberikan penampilan terbaik lainnya di Lyon agar mencapai final,” tutur Bosz.

Tampil di depan 52 ribu penonton kemarin, Lyon mendikte penguasaan bola sampai 52 persen dibandingkan tuan rumah. Cuma dalam menciptakan peluang pemain Ajax jauh lebih rajin.

Di laga kemarin agresi Ajax ke gawang Lyon terjadi 21 kali, 16 diantaranya berstatus on target. Sementara Lyon mengancam 13 kali dan delapan yang on target.

Akurasi umpan kedua tim pun berselisih tipis. Dalam hal ini Lyon lebih bagus dengan ketepatan umpan sampai angka 82 persen. Atau satu persen di atas Ajax.

Pahlawan Ajax kemarin adalah penyerang pinjaman asal Chelsea Bertrand Traore. Pemain berusia 21 tahun tersebut dengan tambahan brace kemarin maka sudah menyumbangkan 13 gol buat Ajax musim ini.

Selain performa Traore, penyerang Ajax Kasper Dolberg juga mencapai tetenger penting di laga kemarin. Pemain berkebangsaan itu menyamai capaian Romelu Lukaku (Everton) dan Iker Muniain (Athletico Bilbao). Yakni sebagai tiga besar pemain muda yang mencetak lima gol di Europa League dalam semusim.

Lukaku mencetak lima gol di Europa League saat berusia 17 tahun 161 hari. Lalu Muniain 19 tahun 80 hari. Disusul Dolberg dengan 19 tahun 209 hari.

Kiper Ajax Andre Onana kepada Ajax TV kemarin mengatakan seandainya peluang lolos ke final belumlah sempurna. Masih ada pertemuan kedua pekan depan dimana semuanya masih bisa terjadi.

“Kami bermain dengan bagus, jika kami bisa mempertahankan permainan seperti ini kami bisa mengalahkan siapapun dengan skor 4-1 atau bahkan lebih,” tutur kiper Kamerun tersebut.

Sementara itu, Presiden Lyon Jean Michel Aulas dalam situs resmi klub mengatakan seharusnya ketika kedudukan 1-3 bagi Ajax, Lyon bangkit dan bukan malah kemudian kebobolan satu gol lagi.

“Kami jatuh ke lubang dalam karena itu butuh kerja keras untuk bisa kembali di pertemuan kedua dan menetak gol. Kami kehilangan konsentrasi di babak pertama juga awal babak kedua,” ucap Aulas. (jpnn/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here