Home OLAHRAGA CUACA SULIT DIPREDIKSI PELUANG KUDA HITAM

CUACA SULIT DIPREDIKSI PELUANG KUDA HITAM

0
SHARE

LE MANS-Valentino Rossi memimpin klasemen pembalap dengan 62 poin. Ini adalah raihan terendah setelah empat seri sejak sistem poin baru diberlakukan pada 1993.  Datang ke Le Mans akhir pekan ini, Yamaha adalah favorit. Tahun lalu, selain Yamaha finis 1-2, Vinales yang masih berbendera Suzuki meraih podium pertamanya di MotoGP. Minggu (21/5), pukul 19:00 WIB, para rider akan bertarung di sirkuit Le Mans, Perancis. Le Mans, menjadi favorit Yamaha. “Le Mans adalah trek yang bagus untuk kami, cocok dengan gaya balapku,” kata Vinales.

Yang juga menarik dinanti adalah kebangkitan Lorenzo. Setelah meraih podium pertamanya bersama Ducati di Jerez, Le Mans adalah tes berikutnya bagi keputusannya menyeberang ke skuat Bologna itu. Lorenzo mengklaim telah  menemukan cara menundukkan Desmosedici.

“Aku merasa motor ini semakin menjadi ‘milikku’,” ucapnya dikutip GP Update. Lorenzo adalah rider tersukses di Le Mans dengan mengoleksi enam kemenangan di semua kelas. Satu di kelas 250 cc dan sisanya di MotoGP. Setelah melewati masa sulit di awal musim dan menjadi bulan-bulanan media karena dianggap tak mampu menaklukkan Desmosedici seperti kebanyakan rider top lainnya, Lorenzo mulai membuktikan potensinya di Jerez dengan merebut podium pertamanya bersama Ducati.

Lorenzo mengungkap kunci suksesnya menaklukkan Desmosedici. Yakni mengoptimalkan fungsi rem belakang. Selama sembilan musim di Yamaha, rider 30 tahun tak pernah menggunakan rem belakang untuk mengendarai YZR-M1. Karakter chassis M1 yang sangat stabil saat memasuki tikungan memungkinkan Lorenzo untuk tidak mengggunakan rem belakang.

Prediksi cuaca menyebutkan jika Minggu besok tidak akan turun hujan, meski berawan. Tapi jika hujan benar-benar turun saat atau sebelum balapan berlangsung sehingga membuat permukaan aspal basah, peluang akan terbuka untuk siapapun. Jack Miller sangat kuat di trek basah. Begitu juga rider LCR-Honda Cal Crutchlow. Dan jangan lupa sang bintang Yamaha Tech3 Johann Zarco yang akan bertarung di kandang. Zarco akan memiliki spirit ekstra setelah Tech 3 memperpanjang kontraknya untuk tahun depan.

Cuaca selalu menjadi misteri ketika balapan MotoGP datang ke Le Mans, Prancis. Di sesi latian bebas hari pertama kemarin (19/5) permukaan trek basah digenangi air setelah hujan mengguyur pada siang hari. Waktu yang sangat berharga bagi para rider untuk menemukan setingan motor tak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Hujan sudah turun sejak Kamis malam (18/5) waktu setempat. Sebenarnya permukaan trek mulai mengering jelang sesi latihan pagi dimulai. Namun karena kondisi mendung dan temperatur udara rendah, sulit bagi rider untuk mendapatkan cengkeraman ban yang optimal.

Di sesi pagi tersebut rider yang sudah dibatalkan sebagai Raja Hujan, Jack Miller (MarcVDS-Honda) menjadi yang tercepat. Catatan waktu terbaiknya 1 menit 37,467 detik. Dia bersaing dengan Marc Marquez (Repsol Honda) dan Jorge Lorenzo (Ducati) di bagian awal sesi. Pada tujuh menit jelang bubaran, Miller menciptakan selisih 2,5 detik dari rider di belakangnya. Bahkan sempat melebar menjadi 3,1 detik di tiga menit terakhir. Namun Marquez dan Johann Zarco (Tech3-Yamaha) mampu mengepras waktunya hingga satu detik di akhir sesi. Marquez menutup sesi dengan catatan waktu 1 menit 38,755 detik lebih lambat 1,2 detik dari Miller.

Hujan kembali turun di antara sesi latihan pagi dan sore. Bahkan kali ini diikuti dengan badai. Meski badai sudah berlalu sebelum sesi sore dimulai, tak bisa dihindari hujan yang turun kembali membasahi permukaan trek. Untuk beberapa saat di awal sesi catatan waktu yang ditorehkan para rider sulit menyaingi lap tercepat di sesi pagi.

Saat trek mulai mengering motor-motor Ducati mendominasi paro pertama sesi latihan sebagai yang tercepat. Rider Pramac Ducati Scott Redding sebagai yang pertama mencatat waktu tercepat, 1 menit 42,950 detik, lebih cepat 1,1 detik dari Valentino Rossi. Kemudian rekan setimnya Danilo Petrucci mengambil alih posisinya dengan membukukan waktu 1 menit 41,906 detik sesaat sebelum hujan ringan kembali turun 10 menit jelang bubaran.

Di akhir sesi sore rider Ducati Andrea Dovizioso menjadi yang tercepat dengan mencatat waktu terbaik 1 menit 41,673 detik dua menit sebelum sesi ditutup. Dovi sebenarnya nyaris memperbaiki catatan waktunya di lap terakhir, namun kesalahan di tikungan terakhir membuyarkan usahanya. Meski demikian, dia tetap lebih cepat 0,043 detik di depan Marc Marquez yang kembali finis di posisi kedua.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu di hari pertama latihan bebas tidak banyak yang bisa didapat tim-tim untuk mendapatkan setingan pas. Sulit untuk memprediksi rider yang kuat di sesi kualfikasi. Kecuali Marquez yang tampak konsisten dalam pencapaian single lap. “Aku menyukai sirkuit ini tapi meski ini trek yang aku sukai, untuk beberapa alasan hasil balapan terkadang tidak sesuai dengan harapan. Jadi kita lihat saja, finis di podium akan sangat bagus,” ucap Marquez dikutip situs resmi MotoGP.

Hari ini, diprediksi masih turun hujan dengan temperatur udara sekitar 18-20 derajat celsius. Rider top berharap kondisi akan membaik jelang sesi kualifikasi nanti malam. Dengan cuaca dingin ban dengan kompon lunak akan banyak dipakai untuk balapan. Sejak 2012, GP Prancis selalu didominasi oleh pembalap Spanyol. Tak berlebihan jika menyebut bahwa akhir pekan ini Valentino Rossi akan melakoni “mission impossible” dalam mempertahankan posisi puncak klasemen pembalap.

Apalagi tahun lalu, Rossi kalah atas rekan setimnya sendiri Jorge Lorenzo dengan jarak 10,654 detik, selisih terbesar yang pernah dicapai rider Majorca tersebut di balapan kering. Honda dan Yamaha berbagi rekor kemenangan di Le Mans. Sejak pertama kali menggelar balapan kelas premium pada 2000, kedua pabrikan tersebut sama-sama mengantongi tujuh kemenangan.

Dengan dua kemenangan terakhir menjadi milik Lorenzo. Ini menunjukkan bahwa potensi motor Yamaha bertarung di Le Mans besar, meski belum tampak di sesi latihan kemarin. Pimpinan klasemen pembalap, Rossi finis di posisi 10 pada sesi latihan sore dengan selisih 1,3 detik dari Dovi. Sementara Vinales di urutan delapan lebih lambat 1,2 detik dari Dovi. (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here