Home OLAHRAGA ROTASI PEMAIN MUDA

ROTASI PEMAIN MUDA

0
SHARE

SAINT-DENIS – Ujicoba antara Prancis kontra Inggris di Stade de France, Saint-Denis, dini hari nanti WIB (14/6) menjadi ajang pembuktian dua pemain muda yang ada di kedua kubu. Kylian Mbappe di kubu tuan rumah sedang Marcus Rashford di pihak Inggris. Keduanya diyakini akan menjadi kunci sukses bagi tim masing-masing.

Kalau diukur secara harga pasar Mbappe jelas lebih bernilai ketimbang Rashford. Mbappe memiliki nilai pasar EUR 35 juta (Rp 522,4 miliar), lebih dari tiga kali lipat Rashford yang bernilai EUR 10 juta (Rp 149,2 miliar). Namun itu semua dijamin tak bermakna kala keduanya mengenakan baju timnas.

Pasalnya Rashford lebih berpengalaman bersama timnas ketimbang Mbappe. Dia pernah tampil di Euro, sementara Mbappe baru anak kemarin sore di Les Bleus – julukan Prancis. Nah, siapa lebih baik? Patut disimak laga kedua tim.

Peluang itu terbuka setelah Didier Deschamps sebagai entraineur Prancis konfiden bakal memainkan Mbappe sebagai starter. “Saya ingin pemain yang masih fresh, pasti bakal ada yang berubah (dari skuad saat dikalahkan Swedia),” sebut Didi – panggilan akrab Deschamps, dalam wawancaranya dengan Telefoot.

Ketika kalah 1-2 di Solna, Sabtu dini hari lalu WIB (10/6), Mbappe baru dimainkan saat laga tersisa 14 menit, dia menggantikan Antoine Griezmann. Saat sesi latihan di Clairefontaine, kemarin WIB (12/6), striker AS Monaco itu masuk skuad tanpa rompi dengan Florian Thauvin, Persnel Kimpembe, Lucas Digne, Kurt Zouma, dan Adrien Rabiot.

Mereka-mereka itu yang tidak turun sebagai starter di Solna. “Ini laga dengan level yang tertinggi yang harus mereka taklukkan. Pertandingan bergengsi lawan Inggris, kami harus dapat mengalahkan mereka lagi,” harap Deschamps. Maklum, Prancis sudah lama tak pernah menang melawan Inggris, kali terakhir melakukannya 18 November 2010 silam.

Catat, ini adalah kali pertama Mbappe bersua dengan Rashford. Entah di level klub, atau di level timnas. Sehingga, ini bisa jadi ajang pertaruhan dua anak muda penuh sensasi tahun ini. Mbappe yang jadi motor AS Monaco menjuarai Ligue 1, dan Rashford yang ikut andil di dalam tiga trofi Manchester United musim ini.

Bisa bermain sebagai sayap kiri atau posisi sembilan, laga ini juga bisa jadi ujian penting dari Deschmaps. Layak atau tidak dia masuk dalam kandidat skuad Prancis apabila sukses lolos ke Piala Dunia di Rusia tahun depan. Apalagi publik Prancis juga punya ekspektasi besar untuk pemain yang baru berusia 18 tahun itu.

Seperti hasil voting yang dilakukan L’Equipe sepekan ini. Dari hasil votingnya, pembaca L’Equipe menempatkan Mbappe di posisi kedua pemain yang tak boleh dilewatkan Deschamps. Mbappe di bawah Grizi, sapaan akrab Griezmann. Capaian Mbappe di level klub dan mahalnya harga Mbappe di bursa transfer yang mencapai GBP 130 juta (Rp 1,94 triliun)!

Bek Benjamin Mendy memuji langkah Deschamps yang memberikan minutes play pada pemain muda seperti dirinya dan Mbappe. “Secara mentalitas kami kuat. Kami ingin bisa untuk meningkatkan citra kami di depan Inggris,” koar Mendy kepada Le Parisiens. Dengan Mbappe, Mendy jadi satu dari empat pemain Monaco di skuad Prancis.

Beda dengan Mbappe. Rashford pada laga sebelumnya melawan Skotlandia (10/6) main sebagai starter. Sama seperti Deschamps, pelatih Inggris Gareth Southgate pun sudah berencana merotasi skuadnya. Rashford kemungkinan besar tetap diturunkan, meski ada kans dia memulai laga sebagai pengganti.

Sebaliknya, pemain seperti Aaron Cresswell, Kieran Trippier, atau Ben Gibson yang bisa masuk dalam komposisi pemain. “Kami tidak bisa jadi sebuah tim jika hanya bertumpu ke satu atau dua pemain,” kata Southgate, dikutip AFP. Nah, terkait Rashford, Southgate sudah ada rencana untuk tidak mengembalikan bomber  yang bersinar dengan United dua musim terakhir itu ke posisi nomor sembilan. Peran itu masih jadi milik Harry Kane. Sebaliknya, dikutip Independent, Southgate ingin mencoba Rashford ke posisi lebih melebar.

Seperti ketika masih ada Zlatan Ibrahimovic di United, Rashford lebih sering bermain di posisi sayap. Dia bisa main sebagai sayap kanan dan kiri. “Saya pikir ini perkembangan darinya dan dia layak untuk dilibatkan dalam build up permainan seperti ini. Pengalamannya sepanjang musim ini luar biasa,” puji Southgate.

Dari sembilan caps-nya di The Three Lions, julukan Inggris, hanya tiga kali dia diminta bermain sebagai striker. Sisanya lebih menyayap. Di Glasgow, Rashford bermain sebagai sayap kanan. “Kami rasa itu memberi solusi ancaman mencetak gol lainnya bagi kami. Jadi, tidak ada masalah untuk perubahan ini,” tambahnya. (jpnn/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here