Home TANGERANG HUB Dana Desa Hilangkan Desa Kumuh

Dana Desa Hilangkan Desa Kumuh

0
SHARE

RAJEG – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Tangerang membangun wilayah yang lebih asri, terlihat jelas. berbagai anggaran hingga titik desa dikucurkan dengan angka yang tidak kecil. Dengan harapan, Pemerintah Desa beserta seluruh warganya dapat menata wilayahnya jauh lebih baik lagi. Bahkan menjadi wilayah percontohan bagi Kota/Kabupaten lainnya di Provinsi Banten. Salah satunya wilayah Ranca Bango, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang yang tahun ini mendapat kucuran dana hingga Rp 1,3 miliar. Anggaran yang diharapkan dapat menghilangkan pandangan wilayah kumuh menjadi lebih asri dan nyaman bagi warganya.

Kepala Desa Eanca Bango, Fahri Suheri mengatakan kini pihaknya sudah memulai kegiatan pembangunan desa baik jalan lingkungan, saluran pembuangan air limbah, turap hingga pemberdayaan masyarkat. Perlahan desa yang terlihat kumuh saat kemarau, becek saat penghukan sudah tak terlihat dilingkungan Ranca Bango. Kini jalan lingkungan rata-rata sudah di paving blok, saluran pembuangan air sudah lancar tanpa sumbatan dan irigasi sawah pun sudah diturap. Sehingga kondisi lingkungan jauh lebih baik untuk seluruh warga.

“Saya mewakili Kepada Desa bersyukur atas perhatian dan keseriusan pemerintah membangun Kabupaten Tangerang yang lebih baik lagi. Menyetarakan kesejahteraan, kenyamanan hingga pelayanan kepada seluruh warganya. Disini pun saya merencanakan Ranca Bango menjadi percontohan keterampilan warga bagi wilayah Kabupaten Tangerang lainnya,” katanya.

Komitmen tersebut benar dibuktikannya dengan melakukan pembinaan kepada warga terkait pertenakan ikan lele dengan menyediakan kolam. menyediakan bibit, obat, pakan ternak lele hingga perlengkapan lainnya. Harapannya, warga dapat jauh lebih produkti, merangkul para pengangguran, serta memberdayakan warga yang memiliki bakat untuk menjadi pengusaha ikan lele yang sukses di Ranca Bango.

“Kami pun menyediakan pembina yang mengerti dibidangnya. Mulai dari mengurus kolam hingga memanen, sebelumnya memang sejumlah warga diberikan pendidikan terlebih dahulu. Hingga akhirnya mereka dapat mengaplikasikannya secara serius bahkan mendapat penghasilan tetap dari ternak lele tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Rajeg, Ahmad Yoni menjelaskan transefer dana desa terdiri dari dua sumber anggaran. Baik itu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang langsung masuk ke rekening desa. APBN sendiri dibatasi pada dua peruntukan yaitu pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan peningkatan keterampilan masyarakat.

“APBD sendiri dipergunakan pada bidang pemerintahan itu sendiri seperti membiayai penyelenggaraan, gaji serta untuk menggelar kegiatan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat. Dengan itu dalam setiap kunjungan saya tidak pernah lelah mengingatkan para jajaran untuk menggunakan anggaran sesuai dengan bidang-bidangnya. Jangan mencampur keungan yang akhirnya dapat menjadi sebuah temuan,” tegasnya.(mg-2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here