Home TANGERANG HUB Blokir Takbir Keliling

Blokir Takbir Keliling

0
SHARE

SETU-Pos pengamanan mudik di Kota Tangsel diberi tugas tambahan. Yakni, mengamankan aksi massa dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Salah satunya, ditugasi memblokir kegiatan takbir keliling.

Sejumlah posko gabungan pengamanan mudik Idul Fitri 1438 Hijriah sudah didirikan sejak H-7. Posko ini dibuat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang melintasi Kota Tangsel.

Seperti posko pengamanan gabungan yang didirikan di Perempatan Muncul, Setu Kota Tangsel. Sejak (18/6) kemarin, tenda sudah berdiri. Selain melayani pemudik meberikan rasa aman, posko mudik Perempatan Muncul itu bersiap untuk memukul mundur warga yang melakukan arak-arakan takbiran keliling.

Kapolsek Cisauk AKP Abdul Kohar mengungkapkan, pihaknya menerjunkan sebanyak 21 personel untuk berjaga. Para personel dibagi menjadi 3 regu. Tiap regu, kata AKP Kohar, akan bertugas selama 12 jam. Tiap satu regu, terdiri dari 7 personel.

“Selain melayani pemudik membuat aman dan nyaman, sesuai instruksi Kapolda, kita juga akan bersiap memblokir kelompok masyarakat yang melakukan takbiran keliling. Kita halau dan akan kita minta rombongan itu pulang kembali. Karena takbiran keliling dan petasan tak boleh,” ungkapnya, Selasa (20/6).

Menurutnya, posko pengamanan mudik juga difungsikan sebagai tempat singgah para pemudik yang melintas. Fasilitas yang disediakan di posko itu antara lain, AC, kulkas untuk menyajikan minuman ketika pemudik singgah dan juga televisi. Mantan Kasat Reskrim Polres Tangsel itu berupaya membuat pos itu nyaman bagi pemudik dan petugas yang berjaga.

“Kalau nyaman poskonya, petugas yang berjaga juga betah, tidak meninggalkan pos. Karena harus standby, siaga terus mengantisipasi ada pemudik yang datang untuk melaporkan berbagai hal,” tambahnya.

Tak hanya dari kepolisian, posko itu juga melibatkan TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan Kota Tangsel. Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel Aplahunnajat mengungkapkan, rencana strategi keberadaan pos pengamanan (Pospam). Seluruh pos didirikan di tiap titik kemacetan. Setidaknya, kata Aplah, 8 Pospam sudah didirikan bersama dengan kepolisian, TNI, dan jajaran lainnya.

“Pospam induknya bertempat di Kantor Dishub. Tujuh Pospam lainnya antara lain, di depan Pamulang Square, Gintung, Flyover Ciputat, Pondok Aren, Perempatan Muncul, German Center, dan WTC Serpong,” ungkapnya.

Selain itu, Dishub Kota Tangsel juga terus menguraikan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan operasi Ramadan kali ini. Menurutnya, berbagai permasalahan itu antara lain, rendahnya kelayakan kendaraan bermotor, tradisi pemudik yang kerap membawa banyak barang saat mudik yang dikhawatirkan memicu aksi kriminal, dan masih adanya pasar tumpah di sejumlah pasar Kota Tangsel. Namun, permasalahan tersebut seoptimal mungkin dikurangi dengan melibatkan personel gabungan.

“Untuk program mudik gratis yang telah disiapkan yakni mudik gratis dengan motor sebanyak 60 bus, tanpa motor sebanyak 976 saat mudik, dan 244 saat arus balik. Selain mudik gratis dengan moda transportasi bus, program mudik gratis juga disediakan dengan moda kereta api,” imbuhnya.

Pada musim mudik tahun ini, ada lima Posko Pelayanan dan Pengamanan mudik yang dibangun di wilayah Kota Tangsel. Yakni, di WTC Matahari Serpong, Setu, Pamulang Square, Flyover Ciputat dan di Pondok Aren (depan Indika). Posko tersebut untuk memberi nyaman bagi warga yang merayakan lebaran, baik yang mudik atau tidak.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, Polres Tangsel sebenarnya mendirikan 7 pos pelayanan dan pengamanan. “Namun, dua berada di wilayah Kabupaten Tangerang, yakni Legok dan Kelapa Dua,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres.

Airin menambahkan, tiap pos pelayanan dan pengamanan ada petugas kepolisian, petugas kesehatan, dinas perhubungan, satpol pp, KSK dan lainnya. “Ada juga adik-adik pramuka yang akan membantu polisi dalam mengatasi kelancaran arus lalu lintas,” tambahnya.

Sementara itu Wakapolres Tangsel Kompol Bachtiar Alponso mengatakan, Polres Tangsel menerjunkan 200 personil yang ditempatkan ditiap pos. “200 personil kita sebar ke 7 pos pelayanan dan pengamanan yang ada di wilayah hukum Polres Tangsel,” katanya.

Selain itu, Polres Tangsel juga menyiagakan 1.200 pasukan yang siap diperbantukan. Tak hanya itu, mulai minggu ini Polres Tangsel juga mendapat bantuan satu kompi (100 personol) Brimob, satu kompi (100 peraonil) Sabhara Polda Metro Jaya. Juga bantuan 10 kendaraan beserta awal dari Kodim 0506 Tangerang dan 10 kendaraan dan awaknya dari Kavelari Serpong.

Untuk mengatisipasi kejahatan di wilayah dan terutama yang ditinggal pemudik, Polres Tangsel bersama TNI melakukan patroli bersama. Pataroli bersama dilakukan sejak hari Senin (19/6) malam dimulai pukul 22.00 WIB sampai 03.00 WIB. “Istirahat personil kita ubah, siang istirahat dan malamnya patroli,” tambahnya.

Danramil Serpong Mayor Arh Mulyadi mengatakan, untuk Kota Tangsel Kodim 0506 menyiagakan 50 personil yang ada ditiga koramil, yakni Ciputat, Serpong dan Pondok Aren. “Yang di Kodim ada 800 personil yang disiagakan dan siap diterjunkan bila sewak-waktu dibutuhkan,” katanya. (bud/mg-22/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here