Home TANGERANG HUB SELAMAT DATANG SANG INOVATOR

SELAMAT DATANG SANG INOVATOR

0
SHARE

TANGERANG– “Kerja keras butuh sebuah inovasi, karena berinovasi bagian dari upaya strategi untuk mencari solusi.” Begitulah petikan kalimat yang disampaikan AKBP Sabilul Alif dalam sebuah testimoninya. Petikan kalimat itu sedikit menggambarkan siapa sebenarnya sosok polisi berusia 42 tahun, yang kini memimpin Polresta Tangerang itu.

Sebagai kapolres baru, Sabilul Alif menginginkan ada sesuatu yang baru demi meningkatkan pelayanan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polresta Tangerang. Termasuk, meningkatkan prestasi yang sudah dicapai kapolresta sebelumnya, Kombes Asep Edi Suheri. Asep berpindah tugas menduduki jabatan baru sebagai Kabaglotas Set NCB Inrterpol Indonesia Divhubinter Polri.

“Semoga saya dapat menjalankan tugas seperti apa yang telah dilakukan Pak Asep selama bertugas di sini lebih baik. Akan saya tingkatkan pula prestasi-prestasi yang sudah dilakukan oleh Kapolresta sebelumnya,” kata Alif saat memberikan sambutannya dalam acara serah terima jabatan kapolres di Mapolresta Tangerang, Selasa (4/7).

Serah terima jabatan diwarnai dengan parade pedang pora dan pengalungan bunga kepada Alif sebagai tanda penyambutan. Karangan bunga ucapan selamat datang juga memenuhi halaman Mapolresta. Sabilul Alif sebelumnya menjabat sebagai Wadirlantas Polda Jatim. Sepak terjangnya di kepolisian berbuah penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sabilul Alif dinobatkan sebagai inovator bidang pelayanan publik pada Maret 2017 lalu. Berinovasi untuk mencari solusi diantaranya ditunjukkan lulusan Akpol 1996 tersebut saat menjabat Kepala SPKT Polda Jatim. Saat itu, dia menggagas aplikasi Jawa Timur dalam genggaman berbasis satu desa satu polisi. Aplikasi ini meraih Rekor Muri dan mendapat HAKI pada 2012.

Kemudian saat menjabat Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, sejumlah inovasi diluncurkan untuk membuat masyarakat lebih tertib berlalu lintas. Yakni dengan langkah pendekatan kepada masyarakat meliputi Kalkir (Kanalisasi Lajur Kiri), Jembatan Merah (Jangan Menerobos dan Menghambat Lampu Merah) dan STMJ (Surabaya Taat Marka Jalan).

Selanjutnya ketika menjabat Kapolres Jember, dia membuat rangkaian inovasi meliputi Pos Proltape (Polisi Patroli Tiap Pagi dan Sore), Pos Wedang Cor (Polisi Warga Cangkrukan dan Koordinasi), Pos Papuma (Polisi Peduli Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa), Pos Jagung (Polisi Peduli Pekerja dan Pengangguran), Pos Khidmat (Polisi Ceramah Kamtibmas Setelah Salat Jumat) sampai polisi online.

“Penghargaan yang diberikan adalah sebuah amanah. Amanah adalah sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab ditindaklanjuti kerja keras yang butuh sebuah inovasi,” ujarnya.

Menurut dia, inovasi sangat dibutuhkan untuk mengimbangi perkembangan situasi yang ada. Sehingga polisi tak ketinggalan zaman menggunakan metode-metode lama sebagai pelayan masyarakat. Termasuk pendekatan kepada masyarakat untuk ikut berperan menjaga keamanan dan ketertiban.

Sementara, di tengah ancaman teror yang saat ini menargetkan polisi sebagai sasarannya, Alif menginstruksikan untuk bertindak tegas terhadap pelaku teror yang mengancam polisi.

“Apabila menemukan yang ingin melukai anggota (polisi-red) saya perintahkan untuk tembak di tempat,” katanya. Langkah tegas dengan melumpuhkan pelaku teror terhadap polisi sudah menjadi prosedur tetap. Untuk itu dia mengimbau anggotanya yang bertugas di lapangan untuk tidak ragu dalam menghadapi pelaku teror.

Alif meminta anggota polisi yang bertugas di lapangan untuk selalu siap siaga terhadap segala bentuk ancaman. “Pada saat anggota melaksanakan patroli, jangan sendirian. Minimal harus dua orang. Dalam melakukan pergantian atau shif, masing masing kurang lebih delapan orang. Setiap melaksanakan tugas selalu bersenjata lengkap dan apabila menemukan hal-hal yang ingin melukai anggota, tembak di tempat,” jelasnya.

Alif juga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap masalah terorisme yang tengah dihadapi negara saat ini. Menurutnya, terorisme bukan hanya musuh negara, tetapi juga musuh bangsa Indonesia. “Jadi kalau masyarakat melihat ada seseorang yang mencurigakan seperti misalnya mengucilkan diri, menutup diri, tidak bersosialisasi dan selalu berbicara membahas akidah dan lainnya, laporkan ke kami,” ujarnya. (mg-14/bha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here