Home OLAHRAGA MENOLAK PANIK

MENOLAK PANIK

0
SHARE

Kekalahan 1-0 atas Cilegon United, Rabu (5/7) sore membuat banyak pihak menanggapi dengan perasaaan was-was. Pasalnya kekalahan tim Ungu membuat persaingan di Grup 2 Liga 2 semakin ketat. Atas semua kondisi tersebut, Bambang Nurdiansyah Pelatih Persita menolak panik.

Kepanikan muncul karena saat ini posisi Persita didekati oleh penghuni tiga besar lainnya yakni Persika Karawang dan Cilegon United. Persika besutan Suimin Diharja menggeser posisi Cilegon United setelah meraih kemenangan 3-1 atas Persikabo, Kamis (6/7) sore di Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Selisih poin dari ketiga klub ini pun terpaut tipis. Persita dipuncak klasemen mengemas 12 poin, Persika dengan 11 poin dan Cilegon United mengumpulkan nilai 10. Perserang di posisi keempat diyakini akan menyeruak di posisi tiga besar karena baru akan menjalani laga keenam kontra PS Bengkulu, Minggu (9/7) di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.

“Kompetisi belum berakhir, saat ini kita masih dalam trek yang benar. Yang perlu kita lakukan adalah membenahi apa yang menjadi kelemahan pada pertandingan tadi dan mempertahankan atau bahkan meningkatkan performa yang sudah bagus,” jelas Banur, sapaan Bambang Nurdiansyah, usai laga.

Ada dua fokus utama pelatih Persita untuk membenahi tim sebelum bertemu Perserang di laga terakhir putaran pertama, Kamis (13/7) sore. Pertama, adalah organisasi pertahanan yang kecolongan gol di menit akhir kontra skuat asuhan Iman Riyadi.

Walau secara keseluruhan lini pertahanan Persita tampil apik, namun mantan pelatih Cilegon United itu menilai ada beberapa celah yang bisa ditembus lawan. Soliditas di lini belakang tak merespon terlalu baik saat serangan balik dilakukan tim lawan. Positioning (penempatan posisi) pemain juga masih kerap telat, khususnya pemain lini tengah dalam mensuport pertahanan. Bek Persita yang dikomandoi Ledi Utomo kerepotan bila ada pemain bertahan yang tergeletak atau keluar sementara untuk memulihkan kondisi setelah benturan.

Pembenahan kedua yang akan menjadi perhatian eks striker timnas era 80-an itu adalah organisasi penyerangan Pendekar Cisadane. Banur mengungkap lini depan Persita masih belum bisa keluar dari ketajaman membuat gol.

“Lini belakang masih perlu kita poles lagi agar tak kecolongan di menit akhir pertandingan, lini depan masih kurang tajam. Ini akan kita benahi agar saat laga kedepan kami bisa tampil lebih baik,” ucap Banur.

Banur punya keyakinan untuk lini depan akan bisa teratasi dengan segera mengingat di dua laga sebelumnya kontra PS Bengkulu dan Persika Karawang ketajaman pemain depannya sudah kembali. “Inilah konsekuensi libur panjang, pemain yang semula sudah menemukan feel (perasaan, red) kehilangan itu semua dan itu butuh waktu untuk kembali menyatu,” jabarnya.

Sementara itu dua pemain Persita masuk perawatan fisioterapi yakni Aldi Al Achya dan M. Solechudin keduanya mengalami cedera kala berlaga di Stadion Krakatau Steel, Cilegon. Aldi mengalami cedera memar di engkel kaki kanan sementara Soleh, sapaan M. Solechudin, mengalami cedera jempol kaki yang mengharuskan kuku kakinya dicabut.

Namun cedera yang dialami dua pemain ini dipastikan tak butuh lama untuk pemulihan sehingga dikemukakan Ibnu Agil Fisioterapi Persita baik Aldi dan Soleh bisa tampil, Kamis (13/7) depan. “Aldi mungkin butuh dua hari untuk bengkak di engkelnya, proses penyembuhannya dibantu kompres dengan es,” ucap Ibnu.

Dengan demikian, jelang kontra Perserang Persita bisa kembali tampil full team. Karena selain Aldi dan Soleh dua pemain lain yang mengalami sakit yakni Reky Rahayu (gejala typus) dan Rudi Setiawan (flu) sudah pulih. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here