Home OLAHRAGA MENANG DI LAGA TENSI TINGGI

MENANG DI LAGA TENSI TINGGI

0
SHARE

SERANG – Kesebelasan Persita Tangerang meraih kemenangan 2-0 atas Perserang pada laga pamungkas putaran pertama Grup 2 kompetisi Liga 2, Kamis (13/7) sore. Gol kemenangan Pendekar Cisadane di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang masing-masing dilesakkan oleh Egi Melgiansyah di menit 45’+1 dan M. Solechudin pada menit 88.

Kemenangan ini membuat Persita kembali ke posisi puncak klasemen sementara Grup 2 dengan nilai 16. Persita menggeser posisi Cilegon United yang sebelumnya menempati posisi nomor 1 di grup 2 dengan nilai 13.

Sementara bagi Laskar Singandaru -julukan Perserang- kekalahan atas Persita membuat tim besutan Zaenal Abidin turun satu peringkat ke posisi ketiga klasemen sementara. Kini Perserang mengantongi poin 12 hasil dari empat kali menang dan tiga kali kalah.

Pertandingan bigmatch grup 2 yang disaksikan langsung Gubernur Banten H. Wahidin Halim yang didampingi didampingi Wakil Bupati Serang Panji Tirtayasa dan Kepala Dispora Banten Deden Apriandhi berlangsung dalam tensi tinggi.

Meski demikian gubernur dan 10 ribu suporter yang memadati tribun Stadion MY disuguhkan permainan menarik. Jual beli serangan langsung tersaji di awal babak pertama dimulai.

Kedua tim sama-sama mengusung poin penuh guna menggeser CU di puncak klasemen. Diawal babak pertama, tepatnya menit ke-8, striker Persita Sirvi Arvani langsung mengancam gawang Perserang yang dikawal Burhanudin. Namun peluang yang didapatkan Sirvi gagal berbuah gol.

Berhadapan dengan penjaga gawang dan hanya dibayangi satu pemain belakang Persita, tendangan Sirvi melenceng tipis ke sisi kiri gawang Perserang.

Usai peluang Sirvi, Hari Habrian mendapat kans mencetak gol. Sayang sundulan kepala memanfaatkan umpan M. Diksy Hendika terbang diatas mistar gawang Perserang.

Beberapa menit kemudian, giliran Perserang mengancam gawang Persita yang dijaga Yogi Triyana melalui tendangan bebas yang dilesakkan Derry Tadarus. Namun tendangan Derry masih lenceng tipis di atas mistar gawang Persita.

Pada menit ke-44 Persita kembali mendapat peluang lewat proses serangan balik. Umpan terobosan terukur dari Egi Melgiansyah diteruskan kepada Henry Rivaldi. Pemain asal Sepatan ini tinggal berhadapan dgn penjaga gawang Perserang. Namun peluang yang 99 persen seharusnya menjadi gol gagal dimanfaatkan Henry. Sepakannya melenceng jauh ke sisi sebelah kiri gawang Perserang.

Persita akhirnya mampu memecah kebuntuan di masa injury time tepatnya di menit 45’+1. Memanfaatkan tendangan bebas di luar kotak penalti kapten tim Egi Melgiansyah mampu mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Perserang yang tidak mampu ditepis Burhanudin. Skor berubah 1-0 untuk Persita dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua Perserang tampil lebih agresif dan mengambil inisiatif serangan untuk menyamakan skor. Serangan bertubi-tubi Perserang dibalas serangan balik pemain Persita.

Ketatnya laga beberapa kali membuat wasit Moch. Masrukin asal Malang beberapa kali mengeluarkan kartu kuning. Bahkan pada menit 82 laga sempat terhenti lantaran terjadi kericuhan di tengah lapangan.

Keributan diawali pelanggaran keras pemain Perserang Heru Setiawan terhadap pemain sayap Persita, Teja Ridwan. Melihat rekannya tersungkur kesakitan di lapangan, membuat pemain Persita melancarkan protes keras kepada wasit.

Namun entah apa yang terjadi, beberapa pemain Persita juga tetlibat cekcok dengan beberapa pemain Perserang.

Setelah situasi mereda, pertandingan kembali dilanjutkan. Tendangan bebas diberikan wasit berbuah sepak pojok untuk Persita. Dari sepakan pojok di menit 88 yang dilakukan Egi Persita mampu memperbesar kemenangan menjadi 2-0. Umpan Egi disambar sundulan kepala oleh M. Solechudin menit ke-88. Keunggulan 2-0 Persita atas Perserang bertahan hingga wasit meniupkan peluit tanda laga usai.

Ditemui usai pertandingan, Kepala Pelatih Perserang, Zaenal Abidin tetap mengaku puas atas penampilan anak asuhannya meski harus menelan kekalahan. “Pertandingan tadi (kemarin sore,red) sangat menegangkan. Kedua tim sama-sama silih berganti melakukan serangan. Persita mungkin sudah mempelajari permainan kami dan itu terlihat dari pola permainan Persita yang tidak seperti biasa. Tapi saya tetap puas dan Alhamdulillah pemain kami selamat tanpa ada yang cedera,” kata Zaenal usai laga.

Kesempatan itu, Zaenal turut mengkritik pola permainan yang tidak biasa dari Persita. “Permainan Persita sangat tidak menarik. Mereka bermain long passing (operan jarak jauh) dan itu bukan permaian biasanya Persita. Permainan kami (Perserang) sangat menarik dan terstruktur dengan serangan tersusun rapi. Tapi buat saya kemenangan tidak penting kalau keindahan sepak bola tidak masuk kedalam permainan. Tapi itulah, setiap tim punya cara masing-masing untuk memenangkan pertandingan,” bebernya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persita, Wiganda Saputra tidak berkomentar banyak atas kemenangan timnya. Ia menilai, hasil ini berkat kerja keras semua pemain di lapangan. “Anak-anak bermain disiplin dan sesuai instruksi staf pelatih. Mereka jatuh bangun di lapangan demi kemenangan. Apa yang dilakukan anak-anak sangat memuaskan. Dan meski pun kami kalah tadi (kemarin-red), pemain tidak akan disalahkan. Karena mereka sudah bermain bagus dan berjuang maksimal. Tapi tetap akan ada evaluasi agar tim lebih solid dalam mengarungi putaran kedua nanti,” uajranya. (apw/rbnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here