Home OLAHRAGA Mental Juara Mulai dari Suratin Bekasi

Mental Juara Mulai dari Suratin Bekasi

0
SHARE

Wafatnya Thio Sun Giok, Asisten Pelatih Kiper Popnas Banten dan Persita U-17 meninggalkan kenangan buat sebagian besar mantan pemain Persita, anak didik pria yang akrab disapa Kuyok dan pengurus Persita. Sosok Kuyok dikenal sebagai sosok yang keras dalam melatih dan memiliki mental juara.

Mental juara dikemukakan pelatih Persita Old’s Star H. Agus Suparman tumbuh sejak membela panji tim Suratin Persita pada tahun 1982. Penampilan apik Kuyok membuatnya diboyong membela tim Suratin Bekasi pada tahun 1983 bersama empat pemain lainnya.

“Almarhum Kuyok main bareng saya, Endang Herwantono, Boniek Suhamid dan Nusbi sebagai pemain pinjaman di Suratin Bekasi. Kami menjadi pemain inti disana, hasilnya kami juara tingkat nasional,” kenang Agus.

Menurut Agus, Kuyok sosok yang selalu ingin tampil maksimal dalam setiap penampilannya. Hal itu dilakukan untuk menutupi posturnya yang berbeda dari postur kiper pada umumnya, Kuyok adalah kiper bertubuh kecil.

“Dia selalu bisa menutup pergerakan lawan yang akan mengancam gawang, dia juga tidak takut untuk maju kedepan menghadang lawan. Pokoknya dia berani duel dengan pemain lawan agar gawangnya aman,” ucap mantan pelatih Persita itu.

Keberanian Kuyok juga terekam pada saat dia menjadi asisten pelatih Elly Idris pada tahun 2011. Khususnya keberanian menentang ketidakadilan pada pertandingan.

Kejadian tepatnya terjadi pada 8 Februari 2011 saat itu Persita bertamu ke Stadion Teladan, Medan, kandang PSMS Medan. Keberpihakan wasit membuat Persita kalah dari Tim Ayam Kinantan, julukan PSMS.

Ditulis surat kabar lokal Medan, Kuyok menghampiri panitia pertandingan PSMS dan berucap: “Lihatlah di kandang kami nanti ya. ‘Kubunuh’ pemain PSMS nanti,” kata Thio Sun Giok, kepada Ketua Panitia Pertandingan PSMS Medan saat itu Surianto Herman.

“Bang Kuyok memang keras sikapnya, tapi itu hanya dilapangan. Tapi setelah diluar lapangan ia orang yang ramah dan mau berbaur dengan siapa saja, kami sangat kehilangan dia,” ucap Zulhandikar Batubara, Asisten Pelatih Popnas Banten dan Persita U-17. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here