Home HUKUM Potong Tangan Saya, Kalau Ahok Enggak Berpolitik Lagi!

Potong Tangan Saya, Kalau Ahok Enggak Berpolitik Lagi!

0
SHARE

JAKARTA-Politikus Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal kembali terjun ke dunia politik, usai menjalani hukuman. Ah?ok saat ini mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat .

Dia divonis dua tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama. “Saya yakin orang seperti Ahok itu gatel kalau enggak main politik,” kata Nusron saat menghadiri peluncuran dan bedah buku ‘Ahok Di Mata Mereka’ di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (19/7).

Nusron merupakan salah satu penulis buku tersebut. Meski ada larangan dari keluarga, Nusron yakin, Ahok tidak akan berhenti terjun ke dunia politik setelah menghirup udara bebas. ?”Meskipun Bu Vero sebagai istrinya mau mengancam cerai, anak-anak mengancam mengasingkan diri,” tuturnya.

Bahkan, pria kelahiran Kudus itu mengatakan, bakal memotong tangan jika Ahok tidak kembali terjun ke dunia politik setelah bebas. “Udah lah, potong tangan saya kalau Ahok keluar (keluar penjara) enggak main politik. Enggak bisa, gatel pasti (untuk terjun ke politik),” ucap Nusron.

Namun, Nusron mengatakan, bertahan atau tidaknya Ahok di panggung politik, tergantung pada konsep Islam di Indonesia. Menurutnya, kalau yang menang adalah Islam yang radikal, maka Ahok tidak akan bisa bertahan dalam dunia politik.

“Kalau yang memenangkan konsep Islam di Indonesia yang model seperti ini (Islam yang radikal), maka Ahok atau orang seperti Ahok tidak akan survive di dalam panggung politik,” ungkap Nusron.

Istri Ahok, Veronica Tan mengatakan, buku ‘Ahok Di Mata Mereka’ menjadi sebuah penyemangat untuk terus menjalani kehidupan. Hal itu Vero sampaikan dalam acara launching dan bedah buku ‘Ahok Di Mata Mereka’ di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (19/7). Ada 51 tulisan dalam buku tersebut.

“Buku itu menjadi penguatan, semangat untuk terus menjalani kehidupan,” ?kata Vero. Dia merasa bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup ini adalah proses belajar. Menurut Vero, seseorang pasti mengalami naik turun dalam kehidupan. Namun, kondisi itu tidak boleh membuat seseorang menyerah.

“?Kalau sudah tidak ada semangat, semangat hidup pun enggak ada. Kita berharap buku ini bisa menjadi berkat buat kita semua untuk berjuang untuk demokrasi di negeri ini,” tutur Vero. Ia berharap, ‘Ahok Di Mata Mereka’ bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membaca, karena buku itu mengajarkan untuk berdamai dengan keadaan.

“Semoga buku itu bisa membantu masyarakat untuk berdemokrasi, menjalankan sebagai bangsa Indonesia yang baik,” ungkap Vero. Buku ‘Ahok Di Mata Mereka’ ditulis dari berbagai kalangan, seperti politikus, artis, dan jurnalis. Penulis dalam buku itu di antaranya Addie MS, Rhenald Kasali, Hamdi Muluk, Nusron Wahid, dan I Wayan Sudirta.

Pengamat Psikolog Politik Hamdi Muluk sempat tidak yakin ?bisa menyumbangkan satu tulisan untuk buku mengenai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pasalnya, Hamdi harus menulis untuk sosok yang dia kagumi.

“Menulis untuk seseorang yang saya kagumi, sulit karena saya takut salah nulis,” kata Hamdi dalam acara launching dan bedah buku ‘Ahok Di Mata Mereka?’. Hamdi merasa khawatir tulisannya tidak bagus, karena buku ‘Ahok Di Mata Mereka’ bukanlah sesuatu yang ilmiah, melainkan persoalan rasa.

Namun, dia akhirnya yakin untuk menulis ketika mengingat sikap Ahok. “Ahok? enggak pernah takut salah, enggak takut dicaci orang. Kenapa saya harus takut menulis?” tutur Hamdi. Dia berpikir akan sulit menulis mengenai Ahok, karena waktu mepet dan terbatas. Namun, Hamdi akhirnya bisa menyelesaikan satu tulisan untuk buku itu, dalam waktu 1,5 jam. “Mengalir begitu saja. Sabodo teuing, saya enggak mau tahu hasilnya, bagus atau enggak, Ahok saja enggak khawatir dinilai jelek atau tidak,” ucap Hamdi. (jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here