Home OLAHRAGA 350 pebalap adu cepat di tigaraksa

350 pebalap adu cepat di tigaraksa

0
SHARE

Sirkuit Kompleks Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa akan menjadi arena buat 350 pebalap untuk kemampuan dalam ajang King of Battle Drag Bike Championship (KBDBC) 2017 Seri 3, Minggu (23/7). Para Raider nasional tersebut akan bertarung menjadi yang tercepat dan membawa pulang Piala Kapolda Banten serta uang pembinaan yang totalnya mencapai Rp 100 juta.

Pertarungan antar pebalap sendiri dipastikan berlangsung seru dan ketat lantaran pada seri 3 kali ini merupakan lomba pamungkas alias final untuk musim 2017.

“Kejuaraan drag bike kali ini merupakan final. Peserta akan habis-habisan untuk bisa juara dan akan diumumkan siapa yang berhak menjadi juara umum dan berhak untuk membawa pulang sebuah sepeda motor,” papar Rachmat Iskandar, Ketua RAS selaku penyelenggara kepada wartawan, Jumat (21/7).

Iskandar, sapaan Rachmat Iskandar, mengungkapkan pada seri kali ini King of Battle Drag Bike Championship 2017 akan mempertandingkan tiga kelas. Ketiga kelas yang dilombakan adalah kelas Point Open untuk motor Bebek 4T 139 CC TU, Bebek 4T 200 CC TU, Matic 155 CC TU, Matic 200 CC TU, Sport 2T 155 CCFrame STD.

“Kelas Point Lokal, untuk motor Matic 200 CC TU, RX-King 140 CC Frame STD Lokal, Sport 2T 155, CC Frame STD Lokal, Matic 130 CC Frame STD,” ungkap Hidayat.

Untuk kelas ketiga adalah kelas Non Point yang terdiri dari Bebek 2T 130CC TU Non BU, Bebek 4T 200 CC Non DOHC, Sport 2T 140 155 CC TU, Sport 2T 155 CC TU, FFA Campuran 2T/4T/Matic. “Untuk Non Poin ada juga Mini GP Open, Breket 8 Detik, Breket 9 Detik,Breket 9 Detik Mekanik, Breket 10 Detik, Satria FU 155 CC STD Porting, RX-King 140 CC Frame STD,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu pula Iskandar mengatakan, kejuaraan balap drag bike ini sebenarnya untuk memberikan ruang yang tepat kepada para pencinta olahraga otomotif, khususnya drag bike sehingga para pebalap tidak melakukan aktivitas liar yang melanggar hukum.

“Kejuaraan ini juga untuk menggali potensi, terutama generasi muda pencinta Drag Bike untuk berlomba-lomba dalam ajang prestasi, baik dari tingkat lokal, regional, dan tingkat nasional,” ujar Iskandar.

Dalam kejuaraan ini, sambung Iskandar, RAS Banten juga menggandeng PBS Racing Production, IMI Banten, dan Polda Banten serta Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pengcab IMI Kabupaten Tangerang. Ia berharap, melalui kejuaraan King of Battle Drag Bike Championship 2017 ini, olahraga otomotif di Banten akan lebih maju. “Penggemar olahraga otomotif, terutama Drag Bike di Banten jumlahnya sangat banyak. Jadi kami berharap ajang ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga bisa semakin banyak memberikan kesempatan serta ruang kepada pencinta olahraga otomotif sehingga bisa berkembang di Provinsi Banten ini.” (apw/jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here