Beranda TANGERANG HUB Sosialisasi Sistem Satu Arah Minim

Sosialisasi Sistem Satu Arah Minim

0
BERBAGI

CIPUTAT-Warga sekitar simpang Duren, Kecamatan Ciputat, belum banyak yang tahu soal uji coba sistem satu arah (SSA) di simpang tersebut. Padahal Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel mulai Senin (26/3) sore telah melakukan uji coba tersebut.

Warga Ciputat Robert mengatakan, sampai Senin (26/3) siang belum mengetahui adanya uji coba SSA di simpang Duren yang menurutnya kurang sosialisasi. “Saya yang ketinggalan informasi atau memang tidak ada sosialiasi oleh Dishub Tangsel,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (26/3).

Robert menambahkan, yang menjadi padatnya arus kendaraan di simpang Duren adalah posisi simpang yang tidak simetris. Jika dipasang rambu lalu lintas atau lampu merah tidak akan mengurangi kepadatan kendaraan yang biasa terjadi pagi dan sore hari.

SSA yang sedang diuji coba Dishub menurut Robert, tidak akan mengurangi kemacetan di simpang tersebut, justru akan membuat macet di lokasi lain. “Kan banyak pengendara yang mencari jalan alternatif lain, ini tentu membuat kemacetan baru,” tambahnya.

Masih menurutnya, ia paham betul kondisi lalu lintas di simpang Duren, pasalnya sejak 2994 sudah tinggal tak jauh dari simpang tersebut. Ia menyarankan agar SSA dibatalkan dan akan lebih efektif jika ada petugas baik polisi maupun Dishub yang mengatur di simpang tersebut dan terutama saat jam-jam sibuk.

Selain itu, di lokasi simpang Duren sebaiknya dibuat pos pantau polisi atau personel Dishub untuk tempat petugas istirahat sambil memantau kondisi lalu lintas. “Selama ini kalau ada petugas yang mengatur arus lalu lintas di simpang tersebut tidak macet tapi, sebaliknya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Tangsel Sukanta mengatakan, sudah melakukan sosialiasi kepada masyarakat Ciputat dengan memasang tujuh spanduk pemberitahuan terkait uji coba SSA tersebut. “Sebelum kita lakukan uji coba sudah ada kok pemberitahuan kepada warga,” ujarnya.

Sukanta menambahkan, uji coba akan dilakukan satu minggu ke depan, yakni Senin sampai Jumat pada jam sibuk, yakni pagi mulai pukul 06.00 WIB sampai 08.30 WIB dan sore mulai 16.00 WIB sampai 20.00 WIB. Sedangkan hari libur atau weekend berlaku mulai pukul 10.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Namun, uji coba hari pertama yang dilakukan hanya sore hari lantaran pagi tidak terjadi kemcetan. “Uci coba yang kita rencanakan itu berlaku pagi dan sore hari, tapi pelaksanaannya tergantung situasi di lapangan, kalau pagi atau sore lantar ya tidak diberlakukan,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here