Home PENDIDIKAN Siswa SMPN 21 Kota Tangsel Memahat Prasasti Sekolah

Siswa SMPN 21 Kota Tangsel Memahat Prasasti Sekolah

0
SHARE
MEMAHAT: Meningkatkan life skill, sejumlah siswa berlatih memahat di sekolah salah satunya membuat prasasti nama sekolah. FOTO: Bunga Mardhikarani/Tangerang Ekspres

PAMULANG – Mengukir dan memahat merupakan napas hidup perekonomian disejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya Jepara, Jawa Tengah.  Bisa dibilang pelajar yang hidup diperkotaan cukup sedikit yang menenal dunia pahat. Padahal seni pahat bisa membawa seseorang terkenal denga karyanya atau sebagai penyambung perekonomian.

SMPN 21 Kota Tangsel baru-baru ini mengenalkan dunia pahat kepada seluruh siswanya. Mengajak siswanya untuk membangun atau memahat prasasti sekolah. Membuat tulisan SMPN 21 Kota Tangsel yang kini terpampang didepan lapangan sekolah.

“Program ini merupakan bagian dari membangun life skill. Upaya untuk melatih anak memiliki kemampuan lain selain kecerdasan akademik. Mereka mampu dan berkembang bisa menjadi kemampuan yang bisa mereka andalkan setelah lulus nanti,” ungkap Yanto, Kepala SMPN 21 Kota Tangsel.

Kata Yanto, sebagai tahap awal sekolah dan siswa membangun prasasti bertulisan SMPN 21 Kota Tangsel. Saat ini tidak proses finishing atau pewarnaan. Selanjutnya, siswa akan membuat prasasti alumni serta membuat icon taman dengan pahatan.

Selain memahat pada program pengembangan life skill. SMPN 21 Kota Tangsel juga melakukan pembinaan terkait bidang sablon dan budidaya bunga hias yang sudah lebih dulu berjalan.

“Semoga dengan tiga pembinaan ini. Anak-anak memiliki bekal dan kesiapan yang cukup saat memasuki umur emasnya. Bisa mandiri bukan menjadi pelajar yang menghalalkan segala cara untuk apa yang mereka inginkan,” tegasnya.

Mengukir bukanlah pekerjaan mudah. Proses detail dan cukup rumit membuat tak banyak orang yang mau menekuni pekerjaan ini. Kebanyakan orang lebih memilih menekuni pekerjaan yang simpel dan tak memakan banyak waktu. Akan tetapi pekerjaan tersebut dapat menghasilkan pendapatan yang menjanjikan.

Alhasil, saat ini hanya tinggal segelintir pemuda yang mau menekuni dunia ukir. Dengan itu, SMPN 21 Kota Tangsel berharap dengan program ini sekolah dan Kota Tangsel bisa menciptakan pelaku-pelaku seni pahat yang kompeten serta banyak memiliki karya terbaiknya.(bun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here