Beranda TANGERANG HUB Penyelewengan Dana PKH Dikembalikan

Penyelewengan Dana PKH Dikembalikan

0
BERBAGI
KOORDINASI: Pemerintah Kecamatan Pakuhaji, mengumpulkan pengurus PKH Desa Buaran Bambu, di ruang rapat Kantor Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Jumat (19/10). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

PAKUHAJI – Kasus penyelewengan dana program keluarga harapan (PKH) di Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kecamatan Pakuhaji.

Faisal Yusuf, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pakuhaji, sangat menyesalkan adanya oknum kelompok PKH berinisial AW. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kecamatan, AW mengakui menyimpan dana PKH sebesar Rp6,5 juta.

Lebih lanjut Faisal memaparkan, AW diminta mengembalikan dana PKH kepada pendamping PKH Desa Buaran Bambu bernama Sanwani. Pendamping PKH tersebut, diminta untuk menyalurkan uang tersebut kepada tiga belas KPM di Desa Buaran Bambu.

Kata Faisal, alasan AW belum menyalurkan dana PKH sebesar Rp6,5 juta kepada 13 penerima KPM di Desa Buaran Bambu belum menerima data KPM dari pengurus kelompok PKH lama. Menurutnya, alasan itu tidak bisa diterima dengan logika. Jadi, artinya, tidak ada koordinasi yang baik dalam kepengurusan PKH di Desa Buaran Bambu.

“Kami sudah memanggil seluruh unsur yang terlibat dalam penyaluran dana PKH, salah satunya ketua kelompok PKH berisinisial AW, yang dianggap memegang uang dana PKH milik masyarakat,” kata Faisal, Minggu (21/10).

Faisal meminta, kartu PKH sejenis kartu ATM tidak seharusnya dipegang oleh oknum kelompok PKH. KPM memiliki kewenangan untuk menyimpan kartu PKH. Terkecuali, KPM yang meminta kelompok PKH untuk menyimpan kartu tersebut, dengan alasan takut hilang atau apa saja.

“Sekarang terpenting dana PKH sudah ada. Kemudian dana itu akan diberikan ke KPM secepatnya,” ujarnya.

Basyarudin, Ketua Forum Pendamping PKH Kabupaten Tangerang mengatakan, kecurigaan masyarakat terkait dana PKH diselewengkan oknum kelompok PKH Desa Buaran Bambu, terbukti. Nyatanya, uang tersebut masih disimpan kelompok PKH berinisial AW sebesar Rp6,5 juta.

“Akhirnya, AW mengaku menyimpan dana PKH. Alasan dia dana PKH belum disalurkan karena tidak memegang data KPM. Padahal, dia sudah beberapa kali menyalurkan atau ikut mendampingi penyaluran dana PKH,” imbuhnya.

Kedepan, pihaknya tetap mengumpulkan informasi terkait persoalan penyelewegan dana PKH, dicurigai ada oknum lain yang terlibat dalam persolan seperti ini. (mg-2/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here