Beranda TANGERANG HUB Peringati Sumpah Pemuda, RSI Gelar Lomba Puisi

Peringati Sumpah Pemuda, RSI Gelar Lomba Puisi

1
BERBAGI
BACA PUISI: Relawan Sejati Indonesia (RSI) bersama 6 finalis peserta lomba baca puisi di gedung Fakultas Perawat dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tangerang, Minggu (21/10). FOTO: Rindo Adi Saputra/Tangerang Ekspres

TANGERANG  – Menyambut hari sumpah pemuda, Relawan Sejati Indnesia (RSI) mengadakan lomba baca puisi.  Lomba dengan tema bangkitkan kembali semangat sastra Indonesia dihelat di gedung Fakultas Perawat dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tangerang, Minggu (21/10).

Kegiatan tersebut dilakukan guna meningkatkan kembali minat pemuda Kota Tangerang. Agar mencintai budaya sastra yang mulai dilupakan generasi penerus bangsa.

Setidaknya terdapat 150 peserta mendaftar pada kegiatan tersebut. Setelah panitia melakukan seleksi, 21 peserta diantaranya masuk babak penyisihan.

“Sebelum masuk kegiatan, kami melakukan  tahapan seleksi kepada peserta yang sudah mengirimkan videonya  membaca puisi melalui email. Dari 157 peserta, 21 diantaranya lolos ke semifinal  dan dinilai dewan juri secara langsung,” ujar Novita Pristiyani, Ketua Relawan Sejati Indonesia.

Terdapat dua aspek penting yang menjadi penilaian dewan juri pada perlombaan tersebut. Pertama dari teks yang ditulis peserta dan pembacaan puisi.

“Untuk aspek teks yang ditulis peserta kita lakukan penilaian pada tata bahasa dan kandungan isi puisi. Sedangkan aspek penilaian pembacaan puisi, kita nilai dari penghayatan, intonasi nada dan gestur tubuh peserta saat membacakan puisinya,” pungkasnya.

Riska Mulyani merupakan salah satu peserta lomba sastra yang datang langsung dari Sumatera Barat. Kecintaanya terhadap sastra memanggilnya untuk datang ke Kota Tangerang. “Kedatangan saya dari Kota Padang ke Kota Tangerang sebagai bentuk perjuangan generasi muda terutama di bidang pendidikan. Penting buat saya mengetahui budaya pendidikan di setiap kota. Itu alasannya mengapa saya datang ke sini,” ujar Riska.

Lebih lanjut Riska menjelaskan, pemuda seharusnya berjuang untuk mengubah bangsa ke arah yang lebih bailk. Menurtnya tanpa pemuda yang cerdas mustahil negara bisa berkembang.

“Pemuda itu agent of change. Kalau pemudanya bangkit, bangsanya juga ikut bangkit. Jika pemudanya baik maka bangsanya juga akan baik,” tutupnya. (mg7)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here