Home TANGERANG HUB Kecamatan Tangerang Perbanyak Tempat Wisata

Kecamatan Tangerang Perbanyak Tempat Wisata

78
1
SHARE
PENUH WARNA: Suasana di Kampung Berkelir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang yang dihiasi berbagai warna pada dinding rumah warga untuk menarik pengunjung. FOTO: Randi/Tangerang Ekspres

TANGERANG- Kecamatan Tangerang akan memperbanyak tempat wisata yang menjadi daya trik pengunjung. Saat ini yang sudah ada beberapa tempat yang jadi magnet di wilayah Kecamatan Tangerang salah satunya Kampung Berkelir yang ada di Kelurahan Babakan.

Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kota layal huni dan kota layak dikunjungi seperti yang sudah dicanangkan Pemerintah Kota Tangerang. Tercatat di wilayah Kecamatan Tangerang sudah dibangun objek wisata bagi warga Kota Tangerang, bahkan rencanya di Rw 11 Kelurahan Tanah Tinggi juga akan dibangun sebagai kampung Kita.

Menurut Camat Tangerang Agus Hendra, tempat iconic di wilayah Kecamatan Tangerang saat ini sudah menjadi tempat wisata bagi warga Kota Tangerang. Seperti Taman Gajah, Kampung Berkelir, Taman Burung dan Taman Potret yang sudah menjadi tujuan wiasata bagi warga Kota Tangerang dan juga warga diluar Kota Tangerang.

“Memang wilayah Kecamatan Tangerang  sudah ada beberapa tempat, walaupun yang membangun dinas terkait tetapi kita juga mempunyai andil untuk menjaga dan memperkenalkan tempat tersebut kepada masyarakat Kota Tangerang,” sebutnya.

Selain itu, kecamatan akan mencoba membangun kampung-kampung yang ada di Kecamatan Tangerang sebagai tempat yang memacu daerah lain membangun hal serupa.

Seperti kampung berkelir yang ada di Kelurahan Babakan saat ini sudah viral di masyarakat. Bahkan dari luar Tangerang juga mendatangi kampung berkelir untuk sekedar tahu seperti apa kampung tersebut.

“Kampung berkelir sudah ada, nanti kita juga akan membangun kampung kita di RW 11 yang ada di Kelurahan Tanah Tinggi. Tetapi saat ini masih dalam mencari konsepnya seperti apa, agar bisa menarik perhatian masyarakat untuk bisa dikunjungi seperti kampung berkelir,”paparnya.

Agus menambahkan, untuk membangun tempat iconic harus ada keselarasan dengan warga.  “Tidak ada syarat khusus membangun wilayah sebagai tempat iconic, hanya dengan keselarasan dengan masyarakat barulah kita bisa. Kalau tidak ada keselarasan, setelah kita bangun maka tempat tersebut tidak bisa dijaga warganya. Intinya kita meminta kepada masyarakat untuk bisa selaras,”tutupnya. (mg9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here