Home OLAHRAGA Liga Champions, Persaingan Grup C Makin Sengit

Liga Champions, Persaingan Grup C Makin Sengit

18
0
SHARE
Pemain Napoli Marek Hamsik (kiri) berebut bola dengan striker PSG Neymar.

NAPLES – Hasil matchday keempat grup C Liga Champions membuat peta kompetisi lolos fase grup semakin sengit. Ketika Napoli hanya bermain imbang 1-1 lawan Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion San Paolo kemarin (7/11), Liverpool malah kalah 0-2 oleh Crvena zvezda di Stadion Rajko Mitic Belgrade.

Hasil tersebut membuat margin poin antara tim pemuncak yaitu Napoli dengan juru kunci grup, Crvena, hanya dua angka (6-4). Dengan dua matchday tersisa, keempat tim masih memiliki peluang lolos ke fase 16 besar.

Allenatore Napoli Carlo Ancelotti kemarin kepada Sky Sport Italia mengatakan hasil dua kali seri lawan PSG cukup menguntungkan mereka. Karena jika nanti Napoli dan PSG punya poin yang sama dan penentuan lolos dihitung head-to-head maka Napoli lebih unggul.

Meski agregat pertemuan kedua tim skornya 3-3 akan tetapi Napoli mencetak gol away lebih banyak dibandingkan PSG. Di matchday ketiga di kandang PSG Parc des Princes (25/10), Napoli bermain imbang 2-2. Sedang kemarin di Stadion San Paolo, skor keduanya hanya 1-1.

“Sejujurnya saya tidak mengharapkan Liverpool kalah di Belgrade hari ini (kemarin, red.). Dengan kemenangan itu maka Crvena pun kini ikut dalam perburuan tiket kelolosan bersama tiga tim lainnya,” tutur Ancelotti.

Pria berusia 59 tahun itu tak menyangka kalau Crvena akan memberikan ‘perlawanan’ dengan luar biasa di kandangnya. Apalagi Crvena jebol sepuluh gol di dua matchday. Yaitu kalah 1-6 oleh PSG (3/10) di matchday kedua dan takluk 0-4 dari Livepool di matchday ketiga (24/10).

“Tak ada yang lebih berimbang kekuatannya di level grup selain grup C sejauh ini. Pertarungan di grup ini akan sangat sengit sampai akhir,” ucap Ancelotti.

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi kepada Football Italia kemarin mengatakan kepemimpinan wasit Bjorn Kuipers asal Belanda berimbas kepada hilangnya dua poin bagi timnya.

Menurut Al-Khelaifi keputusan Kuipers memberikan hadiah penalti kepada Napoli tidak pas. Kuipers menunjuk titik putih pasca winger Napoli Jose Maria Callejon terjatuh akibat dihadang oleh Gianluigi Buffon di kotak penalti pada menit ke-62.

“Kehadiran VAR (Video Assistant Referee) sangat dirindukan di ajang Liga Champions ini. Callejon dalam posisi offside ketika pelanggaran tersebut terjadi,” keluh Al-Khelaifi.

Di laga kemarin, PSG unggul lebih dahulu melalui gol Juan Bernat pada menit ke-45+2. Napoli menyeimbangkan kedudukan lewat penalti Lorenzo Insigne (63′).

Sementara itu, pelatih Liverpool Juergen Klopp kepada The Guardian kemarin mengatakan timnya terlalu mudah memberikan kemenangan buat Crvena. Jebol dua gol di babak pertama menjadi adalah rekor terpayah The Reds di Liga Champions dalam empat terakhir.

Sebelum penyerang Crvena Milan Pavkov membukukan brace (22′, 29′) ke gawang Liverpool kemarin, hanya Real Madrid yang pernah melakukannya pada Oktober 2014 lalu.

“Saya tak akan berkata jika kalah dua kali beruntun ini bukanlah satu hal yang serius dan menimbulkan kepanikan. Namun kekalahan ini membuat langkah kami di matchday selanjutnya lawan PSG di Parc des Princes sangat berat,” tutur Klopp.

Mantan pelatih Mainz 05 dan Borussia Dortmund tersebut dua matchday selanjutnya sangatlah menentukan. Kalau masih ingin melaju finalis Liga Champions musim lalu ini tak boleh kehilangan poin lagi. Syarat Liverpool lolos ke fase berikutnya adalah menang di kandang PSG 29 November mendatang.

“Sebelum melawan Napoli di kandang yang menjadi matchday pamungkas (12/12), kami harus memastikan lebih dahulu status kami. Kalau tidak laga tersebut akan sangat membebani kami,” kata Klopp. Kekalahan atas Crvena kemarin membuat Liverpool menelan empat kekalahan beruntun di laga tandang dan ini merupakan rekor terburuk dalam sejarah klub.

Sedangkan pelatih Crvena Vladan Milojevic kepada UEFA berkata tak ingin bicara terlalu jauh tentang kelolosan timnya ke fase 16 besar. Walau kemenangan atas Liverpool kemarin menjadi poin absolut pertama Crvena di babak utama Liga Champions sejak 1992.

“Kami bermain sangat bagus dan semua pemain berjuang untuk hasil ini. Saya berhutang kepada fans untuk dukungan yang luar biasa pada laga ini,” tutur Milojevic kepada UEFA. (dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here