Home TANGERANG HUB Kebun Bunga Matahari Kayu Agung Digemari Segala Usia

Kebun Bunga Matahari Kayu Agung Digemari Segala Usia

0
SHARE
SELFIE: Seorang ayah sedang memoto anak dan istrinya di area kebun bunga matahari di Kampung Pisangan, Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Minggu (11/11). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

SEPATAN – Lokasi ini tampaknya merupakan sawah yang disulap untuk menjadi kebun bunga matahari. Ukurannya persis sepetak sawah dan ratusan batang bunga matahari mekar di lahan tersebut.

Pengunjung dapat berfoto di antara batang bunga matahari yang tumbuh cukup tinggi. Atau pengelola juga menyiapkan beberapa titik khusus untuk selfi berupa tangga kayu yang dapat dinaiki hingga empat orang.

Di akhir pekan, antrian pengunjung untuk berfoto cukup panjang. Pengelola mencatat ratusan pengunjung memadati kebun bunga matahari, di Kampung Pisangan, RT 02/02, Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

“Bagus kak untuk selfi dan upload di Instagram, facebook atau Wa. Ini pertama kali kesini, katanya juga kan baru ada,” ucap Beti Sumiati, salah seorang pengunjung, Minggu (11/11).

Ia mengaku datang bersama beberapa orang saudara dan sepupunya. Menurutnya, ide kebun bunga matahari ini sangat bagus mengingat saat ini warga memang menyukai wisata alam yang bagus untuk berswafoto.

“Sabtu kemarin, saya lihat saudara upload foto di facebook sedang di kebun matahari ini. Makanya, saya penasaran ingin ke sini,” kata Beti, warga Kampung Gebang, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang itu.

Di tempat yang sama, Napsah, seorang pengunjung mengakui taman bunga matahari mejadi spot yang indah untuk berfoto. Menurutnya, dia merasa puas dengan keindahan yang tersaji di kebun matahari ini.

Tetapi, dia meminta kepada pengelola kebun bunga matahari bisa menjaga kebersihan. Sebab, dia melihat banyak sampah sisa jajanan yang berserakan di sekitar kebun bunga matahari.

Kemudian, sambungnya, pengelola kebun bunga matahari bisa menyediakan bangku-bangku bagi pengunjung yang ingin bersitirahat, setelah berfoto di dalam area kebun bunga matahari.

“Tentunya, hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan para pengunjung, agar kebun bunga matahari bisa menjadi tempat wisata yang bisa didatangi berkali-kali,” imbuhnya.

Sementara itu, Damyati, pengelola kebun bunga matahari mengatakan, kedepan dia akan berupaya menjaga kebersihan kebun bunga matahari. Sebab, sekarang, pihaknya juga masih belum menyangka kalau kebun bunga matahari yang dia tanam bisa menjadi viral ke medsos hingga ramai didatangai pengunjung, baik penduduk lokal dan luar daerah sejak pertengahan Oktober lalu.

Awalnya, menanam bunga matahari untuk keperluan komersil dengan menjual bunga matahari ke salah satu pengepul bunga sejak 2017 lalu. Bunga ini, jelasnya, biasa digunakan untuk dekorasi dan lain-lain.

Kemudian, saat ini, kebun bunga matahari yang dikelola pihaknya menjadi tempat yang ramai dikunjungi. Memanfaatkan momen tersebut, pihaknya pematok karcis pengunjung sebesar Rp5 ribu.

“Tarif ini bisa untuk dua sampai tiga orang sekali masuk. Ya namanya juga sekedar saja. Kami belum mengelola tempat ini secara benar-benar profesional,” ujarnya.

Dalam sehari, ia mengungkapkan, pengunjung bisa mencapai antara 500 sampai 800 orang pada Sabtu dan Minggu. Ramai seperti ini, sambungnya, baru berjalan sejak pertengahan Oktober lalu. (mg-2/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here