Home OLAHRAGA Man. City vs Man. United (3-1), Status Medioker Bertahan

Man. City vs Man. United (3-1), Status Medioker Bertahan

0
SHARE
JEGAL: Pemain Manchester City Fernandinho mampu melewati jegalan pemain Manchester United pada laga yang berakhir 3-1.

RODA kompetisi Premier League 2018-2019 sudah bergulir kurang lebih sepertiganya. Dan duo Manchester mengalami nasib yang sangat berlainan. Manchester City kokoh di puncak klasemen dengan poin 32 dari 12 matchweek. Sedangkan tetangganya, Manchester United terserak di posisi delapan dengan poin 20 dengan jumlah pertandingan yang sama.

Derby Manchester kemarin (12/11) di City of Manchester Stadium menunjukkan dengan jelas jurang perbedaan kualitas dua tim Manchester kemarin. Bukan sekedar skor kemenangan 3-1 City atas United yang jadi patokannya. Namun statistik pun menunjukkan kalau kedua tim memang njomplang.

Sepanjang pertandingan berlangsung, City menghujani gawang David de Gea dengan 17 kali tembakan, lima on target. Sedangkan United, membuat enam tembakan dan hanya satu yang on target!.

The Citizens mendikte permainan dengan melakukan 704 umpan, 643 sukses. Persentase keakuratan passing David Silva dkk pun mencapai 91.3 persen. United membuat 380 umpan, 319 sukses, dan persentase akurasi umpan ‘hanya’ 83,9 persen.

Di area attacking third, para pemain City lebih berani melakukan penetrasi dengan melakukan 212 umpan. Sedangkan United, tak sampai separo yang dilakukan City. United hanya membuat 89 umpan di sepertiga area bertahan City. Bek City Aymeric Laporte menjadi pemain dengan passing terbanyak yakni 91 kali.

Tapi bukan Jose Mourinho kalau tak punya banyak alasan buat menyangkal deretan statistik yang menunjukkan betapa timnya inferior. Mourinho malah menyebut bermain di luar kandang menyedot fisik dan mental Ashley Young dkk.

“Minggu ini City bermain tiga kali laga kandang sedangkan kami tiga kali tandang. Mereka menang dengan skor 6-0 (vs Shakhtar Donetsk, 7/11) dan 6-1 (vs Southampton, 4/11), rileks, tanpa tekanan, dan gampang,” kata Mourinho seperti ditulis Daily Mail.

“Kami bermain di dua laga tandang dengan lawan yang berat, salah satunya tim terbaik Eropa (Juventus, 7/11) yang mengharuskan kami mencurahkan semua yang kami punyai,” tambah pelatih 55 tahun itu.

Mourinho menyebutkan satu kesalahan membuat timnya kalah dengan margin dua gol. Pria asal Setubal Portugal itu mengatakan sampai menit ke-80 pertandingan kedua tim sangat ketat meski United tertinggal 1-2. Mourinho membeberkan jika sampai menit ke-80, tak ada suporter yang pergi meninggalkan stadion.

“Saya lebih suka menyebut tim saya melakukan satu kesalahan dibandingkan tim kami bermain buruk. Kesalahan yang kami buat membuat kami mendapat hukuman sepadan tapi kami berjuang sampai akhir,” tutur pelatih yang menghasilkan dua trofi Liga Champions bersama FC Porto dan Inter Milan itu.

City mencetak gol lewat David Silva pada menit ke-12, Sergio Aguero (48′), dan Ilkay Guendogan (86′). United mengoyak gawang City yang dijaga Ederson lewat kaki Anthony Martial (58′-pen).

Dengan tambahan tiga gol bersarang ke gawang David de Gea kemarin maka United sudah bobol 21 gol diantara 12 laga. Versi Opta inilah angka kebobolan terbanyak United sejak 1966.

Pundit ESPN Mark Ogden menulis starting XI yang diturunkan United tanpa Paul Pogba yang absen karena cedera jadi salah satu penyebab kekalahan tim tamu. “Kehilangan Pogba membuat lini tengah United kehilangan daya kreasi untuk menciptakan peluang. Jesse Lingard yang jadi penghubung lini depan dan tengah terisolasi dengan kerja bagus bek kiri City Benjamin Mendy,” tulis Ogden.

Mourinho tidak menyebut absennya Pogba sebagai faktor satu-satunya timnya gagal mengimbangi lini tengah City. Fellaini disebut Mourinho tidak siap bermain 90 menit.

“Saya bisa membayangkan saat skor 1-2 dan memasukkan Fellaini yang bugar ke lapangan. Maka mereka (City, red.) menghadapi satu masalah yang teramat besar,” ucap Mourinho.

Di sisi lain, kiper City Ederson kepada ESPN berkata kalau City memang pantas menang atas United di derbi kemarin. Seandainya City lebih serius menekan pertahanan United mungkin skor akan lebih dari 3-1.

“Pada musim kedua saya bersama City dan Pep (Guardiola), saya melihat semua pemain semakin memahami ide permainan yang diinginkan oleh Pep. Jika kami konsisten dengan performa ini maka kami akan mencapai prestasi yang yang besar,” ucap Ederson. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here