Home OLAHRAGA Pilih Tampil di PGAWC 2018 Seri Albania, Lewatkan Kans Jadi Juara...

Pilih Tampil di PGAWC 2018 Seri Albania, Lewatkan Kans Jadi Juara Dunia

0
SHARE
AKURAT: Atlet Hening Paradigma saat tampil di Asian Games 2018. FOTO: JPNN

MULANYA setelah Asian Games 2018 berakhir, tim nasional paralayang Indonesia akan langsung menyongsong Paragliding Accuracy World Championships 2018. Kejuaraan ini terdiri dari enam seri, dimana Indonesia sudah mengikuti tiga diantaranya. Akan tetapi, nyatanya rencana tersebut urung dilaksanakan. Mepetnya persiapan setelah multi event terbesar di Asia jadi alasannya.

Hal itu sangat disayangkan. Mengingat Indonesia punya kans besar untuk menjadi juara nomor akurasi. Tahun lalu pilot-sebutan atlet paralayang- sukses menjadi juara dunia. Di sektor putra, ada Elisa Manueke. Sedangkan di pihak putri berhasil diraih oleh Rika Wijayanti. Tidak hanya nomor individu, tim Garuda milik Indonesia juga sukses menyabet podium PGAWC.

Sisa satu seri lagi yang akan diadakan di Korca, Albania, pada 14 Desember mendatang. Para pilot Indonesia dipastikan tidak akan melewatkan PGAWC terakhir di 2018 ini. Hal tersebut disampaikan oleh pelatih pelatnas paralayang Gendon Subandono. Meski hingga kini atlet belum berkumpul kembali untuk menjalani pelatnas di Puncak, Cisarua, Bogor.

“Masih latihan mandiri di daerah masing-masing. Sekaligus menunggu kepastian paralayang akan dipertandingkan pada SEA Games 2019 atau tidak,” kata Gendon saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, hingga saat ini Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) sedang mengupayakan agar paralayang bisa ditandingkan pada pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut.

Walaupun jarang terekspos, namun prestasi paralayang Indonesia tidak main-main. Pada SEA Games 2011 dimana Indonesia menjadi tuan rumah, para pilot sukses merebut 11 emas dari 13 nomor yang dipertandingkan. Begitu pula pada Asian Games lalu, para pilot berhasil membuat bangga dengan raihan dua emas yang disumbang oleh Jafro Megawanto dkk.

“Kami berharap bisa mengikuti kejuaraan internasional agar bisa berkembang lagi,” harap Gendon.

Secara terpisah, Hening Paradigma, salah satu pilot pelatnas menyayangkan pembatalan keberangkatan Indonesia pada PGAWC seri Kanada 5 Oktober dan Nepal 2 November. Sebab, peluang para pilot Indonesia untuk mengumpulkan poin supaya menjadi juara dunia sudah tertutup.

“Jadi kami mau ikut seri terakhir dan mengejar juara di Albania saja,” ucap Digma. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here