Home TANGERANG HUB Festival Budaya Promosikan Produk Lokal

Festival Budaya Promosikan Produk Lokal

1
SHARE
PRODUK LOKAL: Stand Kampung Bekelir menjajakan berbagai produk dan makanan khas Kota Tangerang. FOTO: Rindo Adi Saputra/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Memeriahkan Festival Budaya Nusantara II, Pemerintah Kota Tangerang menyediakan 26 stand yang berdiri di Taman Elektrik. Stand tersebut menyuguhkan ragam produk tradisional dari masing-masing kota kepada para pengunjung.

Kota Tangerang menyuguhkan makanan tradisional di stand Kampung Bekelir. Tidak hanya menjual makanan khas Kota Tangerang, stand tersebut juga menjual berbagai macam souvenir yang bisa dibawa pengunjung.

“Pada stand Kampung Bekelir ini kita mempromosikan makanan khas Kota Tangerang tempo dulu seperti nasi ulam, kue dongkal, kue pancong, dan kue cucur. Untuk makanan yang kami jual semua harganya bersahabat,” ujar Popy Sari Ratna, penjaga stand Kampung Bekelir.

Makanan tradisional khas Kota Tangerang dibanderol dengan harga relatif murah.  Satu porsi kue dongkal dan nasi ulam seharga Rp 10 ribu. Sedangkan untuk kue pancong dan kue cucur dijual seharga Rp 3 ribu. Selain makanan, di stand tersebut juga menjual merchandise seperti gantungan kunci, gelas dan baju.

Di tempat lain ada yang menjual berbagai macam produk tradisional Khas Kabupaten Lebak mulai dari jamu tradisional, makanan dan juga pernak-pernik.

“Paling khas dari Kabupaten Lebak minuman  herbal tradisional bernama Jamugar. Terbuat dari jahe merah, gula aren dan juga rempah-rempah, harganya cukup murah untuk ukuran 250 gram dijual Rp 75 Ribu,” ujar Mimin, penjaga stand Kabupaten Lebak.

Mimin menjelaskan tentang khasiat minuman tradisional khas Kabupaten Lebak tersebut. Menurutnya, Jamugar memiliki berbagai khasiat seperti  menambah stamina, mengobati batuk, masuk angin, menyembuhkan sakit tengorokan, megobati perut kembung, pegal-pegal dan juga panas dalam.

“Selain Jamugar kita juga menjual berbagai macam batik. Mulai dari batik Baduy, batik Serang dan batik Pandegelang. Untuk tarif masing-masing batik harganya berbeda. Mulai dari harga Rp 120 ribu sampai Rp 500 ribu,” tambahnya.

Di stand ini juga pengunjung bisa membeli berbagai macam pernak-pernik seperti kalung, gelang, dan gantungan kunci yang berbahan dasar dari kerang, kayu dan batu.

Mimin merasa senang dengan disediakannya stand oleh pemerintah. Ia berharap kedepannya kegiatan serupa bisa lebih sering digelar. “Acara ini sangat bagus, dengan kegiatan ini kita bisa saling mengenal kebudayaan dari masing-masing daerah mulai dari makanan, minuman dan juga cinderamatanya. Semoga kedepanya acara ini bisa terus berkembang terutama di bidang kebudayaan,” tutupnya. (mg7)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here