Home OLAHRAGA Hongkong Terbuka 2018, Eksperimen Belum Terbukti

Hongkong Terbuka 2018, Eksperimen Belum Terbukti

0
SHARE
AWAL: Pasangan Tontowi Ahmad/Della Destiara Haris gagal bersinar di Hongkong Terbuka 2018 karena baru beradaptasi sebagai pasangan baru. FOTO: BIO

ERA Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sudah berakhir. Kini Owi, berpasangan dengan Della Destiara Haris di Hongkong Open 2018. Pada laga debutnya, Owi/Della harus mengakhiri perjuangan lebih cepat.

Mereka kalah dari unggulan ketujuh asal Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, 15-21, 20-22 pada pertandingan yang berlangsung di Hongkong Colliseum.

Pada set pertama, ganda campuran Indonesia itu sejatinya bisa cukup merepotkan Yuta/Arisa, yang mana terjadi aksi saling kejar mengejar poin. Kedudukan pun sempat 10-11 pada interval pertama.

Akan tetapi, setelah itu Tontowi/Della gagal mengembangkan permainannya dan itu membuat Yuta/Arisa jadi lebih mudah mendulang poin. Alhasil, Tontowi/Della harus mengakui keunggulan wakil Jepang itu pada set pertama dengan skor 15-21.

Pada set kedua, Tontowi/Della diharapkan untuk bangkit tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Sebab, permainan ganda campuran baru Indonesia itu tidak berubah dari set pertama sedangkan Yuta/Arisa mampu mengatur jalannya pertandingan.

Penampilan yang semakin menurun dari Tontowi/Della amat terlihat pada interval pertama set kedua, di mana skor yang tertera ialah 5-11 untuk keunggulan wakil Jepang. Kemudian, Tontowi/Della sempat berusaha bangkit untuk mengejar ketinggalan. Akan tetapi, Yuta/Arisa tidak mengendurkan serangannya hingga pertandingan selesai. Alhasil, Tontowi/Della harus takluk di set kedua dengan skor 9-21.

Hasil itu menunjukkan ekperimen Richard Mainaky untuk Owi/Della belum sepenuhnya berjalan mulus. Itu menjadi catatan penting tim pelatih. Persiapan merekapun terbilang singkat. Sejak akhir September lalu, mereka mulai berlatih bersama. Itupun jug belum intensif. Sebab, Owi masih tampil di tiga turnamen bersama Butet.

Della menjelaskan debut mereka kemarin masih cukup canggung buat mereka. “Pola mainnya beda sekali dengan ganda putri,” katanya dalam surat elektronik PP PBSI.

Di tempat yang sama Owi juga belum menemukan chemistry dengan Della.

Mereka butuh banyak perbaikan. Komunikasi dan pola main mereka pun juga butuh perubahan. “Kalau langsung bertemu lawan seperti ini dan masih begini ya jujur masih berat,” urai Owi.

Selanjutnya, Owi/Della masih disiapkan turun pada dua turnamen. Yakni Syed Modi International Badminton Championships dan Korea Masters. Masih ada waktu bagi mereka untuk memperbaiki diri. Membuktikan kualitas mereka sebagai pemain berpengalaman.

“Evaluasi sudah pasti, Owi mungkin masih terbawa pola main dengan Butet. Itu yang menjadi perhatian kami,” kata Richard.
Untuk saat ini, ganda campuran Indonesia masih mengandalkan tiga wakil di sisa turnamen level Super 500 BWF Tour tersebut.

Yakni Praveen Jordan/Melati Daeva yang kemarin mengalahkan Chang Tak Ching/Ng Wing yung, 18-21, 21-15, 21-15.

Sedangkan Ronald Alexander/Annisa Saufika mengalahkan unggulan kelima, Zhang Nan/Li Yinhui, 21-14, 21-15. Itu merupakan start bagus buat Ronald/Annisa.

Hasil tersebut sekaligus menjadi kejutan bagi Ronald/Annisa.”Kami main lepas, dan lebih rileks. Ingin menerapkan pola yang betul dulu,” sebut Annisa. Satu ganda campuran Indonesia yang lain yakni, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja akan menjajal kemampuan pasangan Hongkong, Yonny Chung/Wu Yi Ting. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here