Home TANGERANG HUB Sopir Pengangkut Santri Tak Punya SIM

Sopir Pengangkut Santri Tak Punya SIM

1
SHARE
ANGKAT JENAZAH: Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan ikut mengangkat jenazah korban pikap terguling menuju pemakaman. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

CIPONDOH – Polisi masih menyelidiki kecelakaan mobil pikap pengangkut santri yang terguling di jalan Boulevard Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (25/11). Akibat kecelekaan tersebut, tiga santri meninggal dunia. Polisi kini menunggu kondisi sopir membaik untuk dimintai keterangannya.
Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Ojo Ruslani mengatakan, sopir pikap Rizki Fahmi Azim, diketahui belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).

“Dia sudah lama (bisa mengemudi) cuma dia belum punya SIM,” ujar Ojo Ruslan di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Tangerang, Senin (26/11). Ojo mengatakan, dari sejumlah keterangan saksi yang menjadi korban, Rizki kerap menjadi sopir yang mengantarkan santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Semanan, Jakarta Barat, ke sejumlah acara. Mobil pikap atau bak terbuka dengan nopol B 9029 RV milik pondok pesantren juga menjadi kendaraan yang dikendari Rizki untuk mengantar para santri.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan mengatakan, keterangan Rizki ini sangat penting untuk proses penyelidikan. Ia mengatakan, polisi telah melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi. Namun, Rizki merupakan saksi kunci dalam kejadian tersebut.

“Kondisinya masih belum stabil. Kami masih meminta waktu dan koordinasi dengan dokter untuk meminta keterangan. Saat ini belum bisa dimintai keterangan,” kata dia seusai menjenguk Rizki di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang, Senin (26/11).

Ia menegaskan, status Rizki masih sebagai saksi. Menurut dia, tersangka baru bisa diketahui setelah saksi kunci menjelaskan kronologis kejadiannya. “Dari beberapa keterangan saksi, kita dapat keterangan tambahan untuk memperkuat,” kata dia.

Polisi masih mencari tahu penyebab kecelakaan. Harry mengatakan, kepolisian juga sedang memeriksa keadaan mobil untuk mengetahui kemungkinan rem mobil tak berfungsi dengan baik. Pemeriksaan itu, kata dia, dilakukan dengan pihak terkait, seperti dinas perhubungan.

“Semua dalam proses. Yang jelas kendaraan sudah kita amankan. Prosesnya di unit laka,” kata dia. Harry bersama jajarannya kemarin sempat mendatangi rumah Ahmad Sofyan Suwari (15) salah satu korban meninggal. Kedatangan Harry untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sofyan. Harry ikut serta dalam prosesi pemakaman di tempat pemakaman Kelurahan Karang Mulya, kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Pikap yang mengalami celaka di jalan Boulevard Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ini mengangkut santri berjumlah 23 orang.

Para santri Pondok Pesantren Miftahul Huda itu usai menghadiri perayaan Maulid Nabi di Kampung Pondok KH Rosyid, Karang Tengah, Ciledug, Kota Tangerang. Pikap oleng saat melintasi jalan layang dan menyerempet trotoar hingga kemudian terguling.

Akibat kecelakaan itu, sebanyak tiga orang meninggal dunia, sementara 20 orang lainnya mengalami luka-luka. Korban luka sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, sebanyak 14 korban sudah dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Hingga saat ini, masih ada enam korban yang dirawat di RS Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang. (mg-9/bha)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here