Home OLAHRAGA Kisruh Pengaturan Skor Sampai Juga di Liga 3

Kisruh Pengaturan Skor Sampai Juga di Liga 3

27
0
SHARE
KERAS: Aksi pemain PSBK Blitar saat terlibat perkelahian dengan tim lawan pada Liga 3 musim 2017. Musim ini PSBK kembali menjadi sorotan karena dugaan terlibat pengaturan skor.

DUGAAN kasus pengaturan skor antara OTP37 Mamuju kontra PSBK Blitar telah masuk babak baru. Setelah kemarin (4/12) tim OTP37 Mamuju buka-bukaan terkait pengaturan skor kontra PSBK Blitar, kini Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memilih untuk diam.

PSSI mengaku terhambat menangani kasus dugaan match fixing liga 3 sebab belum ada laporan masuk ke Komdis PSSI “Saya tidak bisa berkomentar karena belum ada laporan,” jelas Asep Edwin Ketua Komdis PSSI. Hal ini justru menjadi sedikit aneh, padahal jelas-jelas berita sudah ditulis dan dimuat, tetapi mengapa PSSI masih menunggu ada laporan untuk melakukan tindakan.

“Saya belum mendapat informasi apapun. Komdis itu kan bekerja setelah ada pengaduan dari federasi, pemain, ataupun klub,” tegas Asep. “Jika sudah ada pengaduan, pasti jadi kewenangan kami,” imbuhnya.

Senada dengan Asep, Sekretaris Umum Asprov PSSI Jatim Amir Burhannudin menegaskan bahwa kasus dugaan pengaturan skor bukan kewenangan PSSI Jatim.

“Meskipun digelar di Blitar, babak 32 besar liga 3 adalah kewenangan PSSI pusat, jadi bukan kewenangan kami,” ujar Amir. “jika memang ada kejadian seperti itu dan ada laporan serta bukti, seharusnya segera laporkan ke Panitia Disiplin (Pandis) karena usia dari kejadian itu dalam home tournamen adalah 1X24 jam,” terang Amir.

Disisi lain, Manajemen OTP037 Mamuju sedang berjuang melakukan banding terkait sanksi yang diterima OPT37 Mamuju oleh PSSI. “Manajemen sedang berkoordinasi dengan sekretaris umum PSSI Sulawesi Barat untuk mengurus denda dan sanksi,” ujar Michael Aditya Wijaya Kapten OTP37 Mamuju.

Selain itu, terkait banding, Aditya mengatakan bahwa OTP37 Mamuju diberikan syarat yang cukup berat oleh PSSI. “Jika mau banding harus deposit 30juta ke PSSI Pusat, tetapi jika banding tidak diterima maka uang nya hangus,” jelasnya.

Terkait Pengaturan skor, pihak OTP37 Mamuju mengaku akan melaporkan kasus match fixing yang terjadi kepada PSSI. “Untuk masalah pengaturan skor yang terjadi kemarin, nanti malam kami akan mengirimkan surat ke Komdis PSSI,” ujar Aditya. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here