Home TANGERANG HUB Rp 134 Miliar untuk Kesehatan Gratis, Dikucurkan dalam Program Universal Health...

Rp 134 Miliar untuk Kesehatan Gratis, Dikucurkan dalam Program Universal Health Coverage

58
1
SHARE
SERIUS: Wakil Walikota Benyamin Davnie (di tengah) berbicara kepada Plt Kadinkes Deden Deni saat Hari Kesehatan Nasional (HKN), November lalu. FOTO: Dok. Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Pemkot Tangsel menyiapkan program penjaminan dalam bidang kesehatan untuk warganya. Yakni, program Universal Helath Coverage (UHC) atau pembiayaan pengobatan gratis. Untuk menopang program tersebut, disiapkan dana Rp134 miliar.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni mengatakan, UHC merupakan program nasional dan akan diterapkan di Tangsel pertengan Desember ini.

“Program ini khusus bagi warga yang belum memiliki atau ikut asuransi kesehatan,” ujarnya, kepada Tangerang Ekspres, Rabu (5/12).

Deden menambahkan, bagi warga Tangsel yang tidak mampu maka ditanggung dan dijamin oleh dinas kesehatan bersama penerima bantuan (PB) di Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan. Cara menghitungnya adalah, total jumlah warga Tangsel dikurangi yang sudah memiliki asuransi dan sisanya kewajiban dinas untuk dibuatkan UHC.

“Tahun depan kita anggarkan sekitar Rp134 miliar untuk 448.000 warga Tangsel yang belum tercover asuransi kesehatan,” tambahnya.

Masih menurut Deden, dinas kesehatan kerjasama dengan Dinsos dan BPJS serta Dukcapil untuk mensukseskan program tersebut. Pendataan dilakukan oleh Dikdukcapil, lalu yang verifikasi Dinsos untuk mengetahui benar atau tidaknya warga tersebut.

“Yang tidak mampu nantinya didaftarkan ke Dinkes, yang daftarkan bisa pribadi, kordinator RT/RW, kelurahn dan dibuatkan daftar masuk penerima iuran bantuan,” jelasnya.

Bagi warga yang sudah punya asuranai madniri atau punya BPJS kesehatan, Deden menuturkan tidak akan dapat program tersebut dan secara otomatis akan terseleksi. Dinkes akan membantu iuran bulanan UHC sebesar Rp23 ribu atau layanan kelas 3. Jika kelas kelas 1 dan 2 dianggap mampu.

Bagi yang kaya dan pura-pura miskin agar dapat UHC, suatu saat pasti akan ketahuan karena saat sakit dan dirawat di kelas tiga pasti tidak mau.

Menurutnya, UHC merupakan program nasional dan di Banten Kota Tangsel yang sudah targetnya terpenuhi, yakni minimal 95 persen warga dan kita sudah 100 persen punya asuransi.

“Ini adalah BPJS Kesehatan dan anggaran yang kita siapkan bisa terus bertambah karena penduduk Tangsel juga akan terus bertambah,” tuturnya.

“Program ini adalah salah satu bentuk peran Pemkot Tangsel dalam mewujudkan UHC atau cakupan semesta, targetnya seluruh penduduk Tangsel dapat memiliki jaminan jesehatan,” tuturnya. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here