Home TANGERANG HUB Kominfo Siap Buat Peta 3D, Mampu Deteksi Bangunan Tak Berizin

Kominfo Siap Buat Peta 3D, Mampu Deteksi Bangunan Tak Berizin

78
0
SHARE
KEMACETAN: Foto udara kemacetan mengular terjadi di Jalan Ir H Juanda mulai dari Flyover Ciputat hingga depan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. FOTO: Dok. Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel akan membuat peta wilayah Kota Tangsel jenis 3 dimensi (3D). Rencana pembuatan peta 3D tersebut saat ini dalam masa sosialiasasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkot Tangsel.

Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi, Komunikasi dan Persandian pada Diskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin mengatakan, peta 3D dibuat selain untuk mengetahui objek-objek bangunan yang ada di Tangsel juga untuk pengawasan dan pengendalian pembangunan.

“Contohnya terhadap wajah-wajah perizinan, dengan peta 3D ini kita akan mengetahui bagunan yang berizin dan tak berizin,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (6/1).

Asep menambahkan, peta jenis 3D nantinya juga untuk menaimulasikan penanganan banjir, kebakaran dan lainnya. Menurutnya, saat ini peta yang dimiliki Tangsel jenis 2 Dimensi (2D) dna hanya difoto dari satelit dan hanya tampak bagian atas saja.

Tujuan pembuatan peta 3D adalah untuk sajikan peta lebih detail, dimana pengambil kebijakan bisa digunakan untuk pantau wilayah tidak perlu terbang dan cukup buka aplikasi saja. “Ini kebijakan pimpinan, apa bisa diakses masyarakat atau tidak nantinya,” tambahnya.

Masih menurut Asep, dengan menggunakan peta 3D tersebut memiki banyak nilai positif tapi juga ada negatifnya. Contohnha jika ada orang yang mau buat kejahatan di toko tertentu bisa menyalahgunakan peta 3D
untuk pantau wilayah.

Saat ini, peta 3D dalam tahap sosialisasi kepada OPD dan ditargetkan 2019 sudah bisa dilakukan. “Anggarannya belum tahu, satu minggu kedepan baru diketahui dan aka n dianggarkaan tahun depan,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Ahli Diskominfo Kota Tangsel Hendro Harnoko mengatakan, untuk mendapatkan peta 3D akan menggunakan pesawat untuk memfotonya dan diperlukan waktu sekitar 6 jam untuk melakukan foto udara.

“Selama ini kita lihat peta dari atas dan gunakan satelit dan sekarang bisa 3D, jadi bisa lihat bagian atas, depan, belakang dan lainnya,” ujarnya.

Hemdro menambahkan, saat ini sudah ada google street dan itu bukan 3D tapi, hanya gambar. “Namanya 3D maka gedung bangunan dan kontur tanah juga bisa dilihat,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here