Home TANGERANG HUB Simulasi Pengaman Pemilu 2019, Massa Curi Kotak Suara Pemilu

Simulasi Pengaman Pemilu 2019, Massa Curi Kotak Suara Pemilu

1
SHARE
REBUT KOTAK: Polisi berusaha merebut kotak suara dari tangan para pencuri yang berasal dari kelompok masyasrakat yang kecewa dalam proses pemilu. Ini dilakukan dalam simulasi pengamanan Pemilu 2019 oleh Polres Tangsel, di Jalan Propoter, Serpong, Jumat (7/12). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SERONG-Polres Tangsel mengadakan simulasi pegamanan Pemilu 2019 di Jalan Promoter, Serpong, Jumat (7/12). Dalam simulasi tersebut Polres Tangsel menerjunkan 286 polisi yang berperan sebagai petugas PPS, PPK, warga dan polisi.

Dalam simulasi tersebut digambarkan di TPS 05 Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Serpong sedang melakukan pemungutan suara. Saat melakukan pemungutan suara ada sekelompok warga yang datang ingin menggunakan haknya. Namun, waktunya sudah melewati batas yang ditentukan, yakni pukul 13.00 WIB.

Tak berselenga lama, massa semakin bertambah. Untungnya, berkat kesigapan polisi, massa bisa diredam.

Namun, saat penghitungan suara di TPS selesai dan kotak surat suara dingkut menggunakan mobil pikap menuju kantor PPK, massa kembali mengadang. Mereka merebut dan membawa lari kotak suara. Berkat kesigapan aparat, kotak suara berhasil direbut dan beberapa warga diamankan dan perjalanan dilanjutkan.

Simulai dilanjutkan saat KPUD akan menggelar rapat pleno, tiba-tiba puluhan massa datang dan membuat kericuhan. Polisi yang berjaga langsung bertindak tegas. Namun, massa semakin brutal.

Bentrokan tidak bisa dihindarkan, massa baru bisa dibubarkan setelah polisi menembakkan water canon ke arah kerumunan massa.

Bebebarap massa berhasil diamankan, selain itu ada juga orang yang mengalami luka.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, simulasi yang dilakukan untuk sarana pelatihan pengamanan Pemilu 2019. Polres membuat skenario apabila ada gangguan dan bagaiaman penangannya.

“Simulasi ini ditujukkan untuk anggotanya agar lebih siap jika nantinya terdapat kerusuhan atau gangguan saat Pemilu 2019 mendatang,” ujarnya, kepada wartawan seusai simulasi pengamanan pemungutan suara, Jumat (7/12).

Ferdy menambahkan, tujuan dari simulasi tersebut nantinya jika ada gangguan yang bersifat mengganggu kegiatan pemilu, aparat yang bertugas mengamankan lebih siap untuk mengamankan gangguan tersebut.

“Inilah kira-kira yang akan dihadapi anggota saya di lapangan dalam mengahadapi pengamanan pemilu mendatang. Bisa saja apa yang dihadapi lebih dari simulasi yang dilakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan, dalam Pemiliu 2019 ada lebih dari 3.000 TPS di Kota Tangsel.

Adapun agenda terdekat adalah pada 10 Desember mendatang yaitu akan diadakan rapat pleno untuk perbaikan DPT.

“Simulasi ini adalah kesiapan untuk pengamanan di TPS oleh polisi dan aparat lainnya,” ujarnya. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here