Home TANGERANG HUB Libur Nataru, Pajak Hotel dan Restoran Ditarget Rp 5 M

Libur Nataru, Pajak Hotel dan Restoran Ditarget Rp 5 M

0
SHARE
KONGKO DI HOTEL: Sejumlah pengunjung salah satu hotel di kawasan BSD ngobrol di sebah lounge, foto diambil beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Meskipun Kota Tangsel tidak memiliki sumber wisata alam. Namun, punya puluhan hotel dan restoran yang tersebar di 7 kecamatan. Selama libur libur Natal dan tahun baru (Nataru) Pemkot Tangsel menargetkan mendapat Rp5 miliar pajak dari pajak hotel dan restoran.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, yakin target tersebut selama libur Nataru dapat tercapai lantaran Tangsel menjadi salah satu tujuan wisata meskipun tidak memiliki tempat wisata.

“Seperti sebelumnya, selama liburan Nataru banyak warga yang menginap di hotel maupun makan di restoran. Jadi target pajak sebesar Rp 5 miliar ini tidak mustahil dan bisa tercapai,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (20/12).

Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut menambahkan, selama 2018 perolehan pajak dari hotel dan restoran telah melebihi target. Tahun ini telah mendapatkan Rp 240 miliar dari target yang dipatok sebesar Rp 230 miliar. “Selama liburNataru perolehan pajak dari industri kuliner dan jasa penginapan diharapkan kembali bertambah, sehingga Rp 5 miliar bisa tercapai,” tambahnya.

Masih menurut Pak Ben, tidak hanya menarget tapi Pemkot juga melakukan pengamanan hotel dan restoran yang bekerjasama dengan polisi. Juga akan melakukan monitoring untuk hindari keracunan.

Jadi bukan hanya persoalan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat saja. “Soal keamanan serta kebersihan produk yang disuguhkan kepada konsumen kedua industri di atas tengah menjadi perhatian,” jelasnya.

Pak Ben menjelaskan, telah melakukan koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI ) Kota Tangsel terkait libur Natrau. Hal tersebut sebagai bentuk keseriusan pemda, sejumlah tim dari laboratorium pemerintahan akan dikirimkan untuk memeriksa langsung hotel dan restoran di Kota Tangsel.

“Kita akan tugaskan teman-teman dari laboratoriun pemda untuk monitoring hotel dan restoran untuk menghindari kasus-kasus keracunan,” ungkapnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here