Home TANGERANG HUB Bangun Taman, Manjakan Anak Era Milenial

Bangun Taman, Manjakan Anak Era Milenial

0
SHARE
TAMAN ANAK: Orang tua terlihat menemani anaknya bermain di Taman Bermain Anak di depan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Senin (14/1). FOTO: DP3A for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang menargetkan pada 2019 sudah memiliki ruang khusus untuk meningkatkan kreativitas anak. Kini, mereka sedang membangun dengan luas mencapai 4000 meter persegi, dengan nama Taman Kreative Anak Tangerang Gemilang, hasil dari perluasan taman bermain anak yang baru memiliki luas 200 meter persegi, terletak di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang.

Deden Soemantri, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, mengatakan, untuk mempercepat proses pembangunan pihak Pemkab Tangerang akan menggandeng swasta berupa dana Coorporate Social Responsibilty (CSR), dengan alternatif menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diharapkan dapat selesai pada 2019.

“Ada dua pilihan, apa dengan CSR atau APBD. Jika CSR itu tidak siap maka alternatifnya APBD, rencana luasnya 4000 meter persegi yang baru ada 200 meter persegi,” kata Deden, kepada Tangerang Ekspres di ruang kerjanya, Senin (14/1).

Ia percaya dapat terwujud di tahun ini, hal tersebut diungkapkannya karena melihat adanya dorongan kuat dari pimpinan dalam hal ini Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. “Hasil koordinasi kita ingin 2019 selesai pembuatan taman anak dengan merangkul swasta, serta ada komitmen kuat dari Pemkab untuk mewujudkan itu,” lanjutnya.

Rencananya, taman tersebut mengacu pada program unggulan DP3A yakni Sayang Barudak yang merupakan program unggulan untuk menghindari perilaku kekerasan terhadap anak, serta meningkatkan kreativitas anak yang bermuara dalam pembangunan generasi gemilang.

Selain itu, Deden berharap, taman tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas yang diharapkan mampu meningkatkan ide-ide kreatif anak. “Yang pertama kita memfasilitasi bakat anak secara lengkap, serta interaksi antar anak lebih intens, tujuannya kita ingin menyalurkan ide mereka,” imbuhnya.

Secara teknis, pembangunan taman diungkapkan Sekretaris DP3A, Tuti Sujana, dimana ada kolaborasi dalam pembangunan dengan Dinas Lingkungan Hidup selaku pihak yang bertanggung jawab, untuk membangun serta kebersihan area taman. Sedangkan pihaknya berkewajiban menghidupkan suasana taman kreatif anak tersebut. Rencananya, untuk membuat suasana hidup, DP3A tidak sendirian, yakni mengajak kerja sama seluruh elemen masyarakat serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“DP3A yang akan mengisi taman, sedangkan membangun taman dan kebershinannya dari DLHK. Selain itu, akan ada kerja sama dengan OPD dan masyarakat untuk bersama mengelola menghidupkan taman kreative itu,” papar Tuti.

Tuti menyebutkan, pelaksanaan program Sayang Barudak bukan hanya tugas DP3A sebagai pencetus program, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Hal tersebut terlihat ketika ia menjelaskan berbagai fasilitas, serta hal teknis lainnya guna menghidupi suasana taman sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak pada gadget di era milenial.

“Kita ingin memfasilitasi anak tanpa gadget, dengan konsep ada taman bermain, perpustakaan, melukis, untuk anak-anak dua hari tanpa gadget,” jelasnya.

Di luar fasilitas fisik, DP3A sudah siap untuk memfasilitasi tenaga pengajar serta para profesional guna memberikan pendidikan dan pemahaman terhadap anak, mulai dari guru mendongeng, menulis, serta melukis. Fasilitas olahraga seperti futsal, basket mini, dan tempat skatebaord juga turut dibangun dalam taman kreatif anak Tangerang gemilang. Foto para tokoh pahlawan bangsa akan dipasang, sebagai wujud menularkan semangat kebangsaan terhadap anak.

“Ada juga Majalah Dinding informasi soal anak namanya Pusat Informasi Anak (pisa). Dalam Taman Kreative Anak Tangerang Gemilang, selain dari¬† fasilitas untuk anak juga ada runga untuk ibu serta remaja,” pungkasnya.¬†(mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here