Home TANGERANG HUB Paku Alam Olah Sampah Secara Mandiri

Paku Alam Olah Sampah Secara Mandiri

0
SHARE
KOMPOSER: Kasi Pemerintahan Kelurahan Paku Alam, Supriadi menunjukkan alat pembuatan kompos, Kamis (17/1). FOTO: Dwiki Darmawan/Tangerang Ekspres

SERPONG UTARA-Kelurahan Paku Alam, Serpong Utara, Tangsel membuat alat komposer serba guna untuk mengolah sampah organik di lingkungan kelurahan. Sampah diolah menjadi pupuk kompos tanaman di pekarangan kantor kelurahan.

Lurah Paku Alam, Wandi Susanto mengatakan, 2019 Kelurahan Paku Alam menargetkan beberapa program pemberdayaan masyarakat. Namun, tetap fokus pada program kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Kami telah membuat satu alat komposer yang diberi nama Simple Hidro Phonik Organik (SiHPO) nantinya alat itu akan menjadi kunci untuk mengurangi sampah di lingkugan kami,” ujarnya, Kamis, (17/1).

Wandi menambahkan, saat ini pegolahan sampah di wilayahnya cukup baik karena sudah ada pengelolaan sampah di RT dan RW masing-masing.

“Walaupun saat ini sampah di wilayah kami sudah cukup terkendali berkat bantuan dan kesadaran dari masyarakat tapi, tentunya kami akan lebih meningkatkan kebersihan agar wilayah kami dapat menjadi wilayah yang indah dan rapi,” tambahnya.

Pasalnya beberapa tahun lalu salah satu RW yang berada di Kelurahan tersebut pernah mendapatkan predikat sebagai kampung kumuh oleh Walikota.

Hal tersebut yang mendorong Kelurahan Paku Alam untuk dapat lebih fokus dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dalam kesempatan itu Wandi juga menjelaskan, program yang akan diluncurkan tak hanya dipersoalan kebersihan saja. Namun, juga soal peningkatan pelayanan dan pembenahan internal, peluncuran bank sampah dan pemberdayaan masyarakat.

“Tentunya tak hanya fokus pada satu program saja karena kami memiliki beberapa program yang kami targetkan 2019 dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Pemerintahan Kelurahan Paku Alam, Supriadi mengatakan, di 2018 Kelurahan Paku Alam berhasil menjalankan beberapa program pemberdayaan masyarakat dan membangun fasilitas play ground.

“Tahun lalu kami telah sukses menjalankan beberapa program kami seperti Usaha Simpan Pinjam Perempuan (USPP) dan pembuatan play ground di dalam Kantor Kelurahan,” ujarnya.

Supriadi menambahkan, program USPP sendiri sudah kami jalankan sejak 2013 dan sebelumnya memperoleh pendanaan dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK).

“Program itu kami jalankan untuk memberi bantuan bagi ibu-ibu yang memerlukan pendanaan untuk membuka usaha atau sekadar keperluan sehari hari.

Pendanaanya sendiri sebelumnya mendapat bantuan dari UPK tapi, saat ini kami sudah bisa mandiri,” tambahnya.

Supriadi juga menjelaskan, untuk fasiliats play ground yang dibangun di dalam Kantor Kelurahan bertujuan sebagai tempat bermain anak saat ada orang tua si anak sedang mengurus beberapa berkas dan harus menunggu untuk mengatri.

Saat ini fasilitas serupa belum dimiliki oleh kelurahan-kelurahan yang berada di Tangsel dan baru Kelurahan Paku Alam saja yang memiliki fasilitas tetsebut. (mg-4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here