Home TANGERANG HUB RSUD Kota Kandidat Rumah Sakit Syariah

RSUD Kota Kandidat Rumah Sakit Syariah

1
SHARE
KESEHATAN: Sekda Kota Tangerang Dadi Budaeri memberikan sambutan di acara Visitasi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah.

TANGERANG- RSUD Kota Tangerang menjadi kandidat RSUD Syariah pertama di Banten. Hal ini ditegaskan langsung Tim Surveyor Visitasi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI H. Rikza Maulan di Aula RSUD Kota Tangerang.

Dikatakan, RSUD Kota Tangerang akan menjadi RSUD pertama diluar Provinsi Aceh yang akan mendapatkan sertifikasi syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

“Insya Allah, mudah – mudahan RSUD kota Tangerang menjadi rumah sakit umum daerah pertama di luar Aceh yang akan mendapatkan sertifikasi syariah dan kemungkinan RSUD di Kota Tangerang menjadi percontohan bagi rumah sakit umum daerah yang ada di Indonesia yang menerapkan konsep syariah,” terangnya.

Masuknya RSUD Kota Tangerang sebagai kandidat RSUD Syariah di Indonesia diharapkan bisa semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kota Tangerang, khususnya pelayanan di RSUD Kota Tangerang.

“Saya juga berharap dengan adanya sertifikasi rumah sakit syariah, RSUD Kota Tangerang menjadi lebih semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik agar semua pasien yang ada di rumah sakit menjadi lebih nyaman,” ungkap Dadi.

Dadi juga menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak akan ada artinya bila tidak diiringi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih untuk teman-teman dari tim surveyor, apapun hasilnya nanti buat kami Pemkot Tangerang sertifikat syariah itu menjadi tidak berarti apa-apa, mana kala pelayanan dan rasa aman dari kita tidak meningkat,” terang Sekda.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Tangerang dr. Feriyansyah yang hadir pada acara tersebut mengatakan masuknya RSUD Kota Tangerang menjadi kandidat RSUD Syariah tidak terlepas dari standar mutu syariah yang telah dipenuhi oleh RSUD Kota Tangerang.

“Ada 3 standar mutu wajib syariah yaitu pasien sakaratul maut terdampingi dengan Talqin, mengingatkan waktu sholat bagi pasien dan keluarga serta pemasangan kateter sesuai genderĀ  dimana laki – laki dilayani perawat laki – laki demikian juga sebaliknya,” jelas Feriyansyah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here