Home TANGERANG HUB Kawasan Pertanian Terpadu, Destinasi Studi Flora dan Fauna

Kawasan Pertanian Terpadu, Destinasi Studi Flora dan Fauna

1
SHARE
KEBUT PROYEK: Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan kawasan pertanian terpadu, Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Rabu (30/1). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Kota Tangsel bakal memiliki Kawasan Pertanian Terpadu (KPT). Lokasinya, ada di sekitar Tandon Ciater, Serpong. Di tempat ini, warga tak hanya bisa berekreasi melainkan juga dapat belajar tentang flora dan fauna.

Saat ini, Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel terus memastikan mengebut proyek yang digarap 2018. Dengan memberi tambahan waktu kepada kontraktor yang tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu. Salah satu proyek yang diberi tambahan waktu adalah, KPT.

Kepala Bidang Bangunan Nonperkantoran, Buana Mahardika menambahkan, selain menara titik nol yang juga diberi tambahan waktu adalah proyek Kawasan Pertanian Terpadu (KPT). Proyek yang di lingkungan Tandon Ciater BSD ini, masih terus dikerjakan. “Tambahan diberikan selama 50 hari,” katanya.

Di KPT ini, lanjut Buana akan dibangun beberapa sarana penunjang belajar pertanian. Seperti, di bagian belakang bangunan utama akan ada dua bangunan, ada rumah unggas yang disebut afiaridome. Lalu, ada bangunan buat nurseri. “Serta, dilengkapi berbagai tumbuhan. Seperti baubab (jenis tanaman, red), serta sarana untuk mengenal berbagai jenis flora dan fauna,” paparnya.

Meski diberi tambahan waktu namun, kontraktor ini tetap diberi sanksi. Sanksinya, adalah didenda sebesar satu hari per seribu kali nilai kontrak yang belum dibereskan. “Jadi, semakin cepat pengerjaannya semakin kecil dendanya. Begitu sebaliknya, kalau pengerjaannya sampai batas akhir tambahan waktu, dendanya makin besar,” papar Buana.

Selain kegiatan 2018 yang masih digarap karena diberi tambahan waktu, tahun ini DBPR akan mengerjakan sejumlah proyek. Mulai dari pasar hingga pembangunan sarana kesehatan.

”Meliputi pembangunan Pasar Gintung yang rencananya sebagai pasar oleh-oleh di Tangsel dan dua Rumah Sakit Umum (RSU) skala kecamatan yang akan dibangun di Pakulonan dan Pondok Betung,” katanya.

Untuk rumah sakit, lanjutnya, diperkirakan rampung tahun 2020. Fasilitas kesehatan lainnya yakni Puskesmas Cirendeu yang dilengkapi tempat perawatan. ”Proyek tersebut kami targetkan selesai sesuai dengan target pembangunan,” tuturnya.

Sedangkan untuk Stadion Mini Ciputat tahap pertama dikerjakan, kapasitas penonton tiga kali lebih banyak dari kondisi sekarang dan parkir mobil di bawah lapangan.

”Community centre Pamulang masuk tahap II, membuat lapangan futsal, basket, skating, wall climbing, kantin, musala dan tribun bola,” jelasnya.

Tidak hanya itu, di 2019 ini pun akan dibangun galeri koperasi dan UMKM. ”Untuk Galeri koperasi akan dibangun di Serpong dan akan selesai di 2020. Sedangkan untuk tambah ruang kelas akan dibangun di SMP 18 tahap 1, pembangunan SDN Pakulonan 2, lalu rehabilitasi SDN Rawa Buntu 3, serta pembangunan lanjutan Puskesmas Pamulang Timur, dan Pembangunan Gedung 3 Pamulang yang akan selesai di 2020,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala DBPR Kota Tangsel Dendi Priyandana mengatakan, ada tiga proyek tersebut tahun ini masih dikerjakan. Kegiatannya dilanjutkan karena berbagai kendala tak rampung sebelum akhir tahun 2018. “Kita target tahun ini pembangunan tiga proyek ini selesai,” ujar Dendi.

Dendi menjelaskan, untuk menara pandang, sesuai rencana akan dibangun dengan ketinggian sekitar 50 meter. Tinggi tersebut sudah termasuk cronenya dan menara dibangun dalam 14 lantai.

“Menara tersebut nantinya bisa dipakai untuk melihat Kota Tangsel dan sekitarnya dari ketinggian dan menjadi titik nol kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang tersebut,” kata Dendi. (mol/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here