Home OLAHRAGA West Ham vs Liverpool, Hindari Angka Empat

West Ham vs Liverpool, Hindari Angka Empat

0
SHARE
Gelandang Liverpool M. Saleh (dua dari kanan) dikawal pemain West Ham saat laga musim lalu.

LONDON – West Ham selalu menjadi bulan-bulanan setiap bertemu Liverpool. Diantara empat pertemuan terakhir gawang The Hammers sudah jebol 16 gol oleh kaki maupun kepala para pemain Liverpool.

Pelatih West Ham Manuel Pellegrini mengatakan targetnya bukan cuma menang di matchweek 25 atas Liverpool dini hari nanti (5/2) di London Stadium. Namun juga memutus rekor kalah empat gol dari The Reds (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB).

“Saya ulangi, kami ingin mengalahkan Liverpool dan jika ingin hal itu terjadi maka kami butuh merapatkan pertahanan, bermain dengan cepat, atau seperti yang kami tunjukkan saat melawan tim-tim lain di kandang,” tutur Pellegrini kepada Football London kemarin (3/2).

Pada pertemuan pertama kedua tim musim ini, tim Pellegrini dipermak 4-0 oleh Liverpool di Anfield (12/8). Bukannya mengakui pembantaian itu, mantan pelatih Real Madrid itu memilih melupakan laga yang merupakan debutnya bersama West Ham di Premier League.

“Kejadian itu sudah lama sekali, lagipula saya tidak terlalu ingat pertandingan itu. Statistik memang penting untuk diketahui namun sekali lagi rekor (kekalahan) itu ada untuk diubah hasilnya,” ujar Pellegrini.

Nah, musim ini di kandang melawan tim enam besar Premier League, West Ham sukses mempecundangi Manchester United dengan skor 3-1 (29/9) dan 1-0 atas Arsenal (12/1). Kemudian menahan seri tanpa gol Chelsea (23/9). Tetapi kalah 0-4 di tangan Manchester City (24/11).

Pellegrini berkata tak ada urusan kalau kemenangan timnya akan memudahkan jalan City yang juga mantan klubnya mengejar Liverpool. Kalau West Ham menang maka margin poin Liverpool dan City yang semula lima poin tinggal dua poin. Tapi itu dengan catatan The Citizens juga menang atas Arsenal dalam laga dini hari tadi (4/2).

“Saya tak tahu apakah Liverpool gugup atau tidak dengan persaingan yang ada saat ini. Semua tim, termasuk tim papan bawah, bisa mengejutkan dan mengalahkan tim besar,” kata Pellegrini kemudian mencontohkan kemenangan Newcastle atas City (30/1) lalu.

Pelatih 65 tahun itu meniupkan spirit kesuksesannya mengganjal asa Liverpool juara Premier League pada musim 2013-2014. Saat itu hingga matchweek 35 Liverpool unggul tiga poin atas Pellegrini dan City (80-77). Namun nyatanya di penghujung musim atau matchday 38, City juara dengan unggul dua poin atas Liverpool (86-84).

Jangan lupa, Pellegrini adalah pelatih yang memutus mimpi Klopp meraih trofi pertama pada musim pertamanya di Premier League musim 2015-2016. Di final Piala Liga, Pellegrini menang adu penalti 4-2 atas Liverpool setelah di waktu normal bermain seri 1-1. Tapi histori pertemuan Klopp versus Pellegrini sejauh ini berpihak pada Klopp. Diantara enam pertemuannya, Klopp menang empat kali, seri sekali, dan sekali kalah.

Sayangnya menuju perjumpaan Liverpool ini kondisi penyerang West Ham Marko Arnautovic masih meragukan. Arnautovic mengalami cedera hamstring kanan ketika lawan Wolverhampton Wanderers (30/1).

Di sisi lain, pelatih Liverpool Juergen Klopp kepada Fourfourtwo kemarin berkata susah rasanya menang untuk kelima kalinya dengan mencetak empat gol. Klopp melihat West Ham berbenah cukup banyak dibanding pertemuan pertama pada matchweek satu (12/8).

“Musim ini, West Ham melakukan banyak transfer sehingga ada banyak pemain baru dan pelatih baru. Sementara kami tidak banyak melakukan perombakan pemain sehingga kami lebih siap,” ucap Klopp.

Ketika disinggung apakah pelatih 51 tahun tersebut gugup dengan persaingan mengejar titel juara Premier League musim ini, Klopp menolaknya. Meski menurut media-media Inggris, pelatih yang dua kali jadi runner-up Liga Champions mulai mencari-cari alasan ketika timnya imbang lawan Leicester di Stadion Anfield (31/1) lalu. Klopp saat itu menyalahkan lapangan bersalju yang tidak membuat timnya bisa bermain 100 persen.

“Saya tak pernah gugup bahkan sebelum saya menjadi juara bersama (Borussia) Dortmund musim 2010-2011. Jika timmu cukup bagus maka timmu akan juara namun sebaliknya kalau timmu tak kuat maka gelar juara tak pernah hadir,” tutur pria yang mengawali karir kepelatihannya bersama Mainz 05 itu. “Sesimpel itu resep menjadi juara,” tambah Klopp. (dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here