Home OLAHRAGA AC Milan vs Inter Milan (2-3), Emosi karena Serangan Rasial

AC Milan vs Inter Milan (2-3), Emosi karena Serangan Rasial

0
SHARE
RASIAL: Pemain AC Milan Franck Kessie (kiri) gagal menahan emosi karena ejekan bernada rasial kepadanya yang dilakukan pendukung Inter Milan.

KEKALAHAN 3-2 AC Milan pada Derby della Madonnina kemarin (18/3) seolah menyingkap adanya friksi di ruang ganti Rossoneri. Itu terlihat dari adu mulut yang melibatkan dua gelandang Rossoneri Franck Kessie dan Lucas Biglia.

Pada pertandingan di San Siro Inter Milan unggul dua gol lebih dulu melalui gol cepat di menit ke-3 usai Matias Vecino memaksimalkan umpan Lautaro Martinez disusul gol Stefan de Vrij pada menit ke-51. Sementara satu gol Inter lainnya dibuat Lautaro Martinez pada menit ke-67.

Sementara tim tuan rumah besutan Gennaro Gattuso hanya bisa memperkecil kekalahan melalui gol Tiemoue Bakayoko saat laga memasuki menit ke-57, serta gol Mateo Pablo Musacchio di menit 71.

Sementara insiden adu mulut antara di kubu AC Milan bermula ketika Kessie ditarik keluar pada menit ke-69. Saat itu, Milan sudah tertinggal 1-3 dari Inter dan menuntut allenatore Gennaro Gattuso memasukkan pemain dengan karakter menyerang.

Dikarenakan Patrick Cutrone sudah masuk menggantikan Ricardo Rodriguez sebelas menit sebelumnya yang membuat Milan tampil dengan dua striker, Gattuso memasukkan wing back Andrea Conti.

Tampaknya, Kessie tidak suka dengan pergantian itu. Ketika sudah berada di bench Milan, entah apa yang dikatakan Biglia sehingga dia membuat Kessie emosi dan kejadian itu tertangkap kamera televisi. Bahkan, butuh Ignazio Abate, Rodriguez, dan Fabio Borini untuk meredam emosi gelandang timnas Pantai Gading itu.

Sontak aksi itu membuat suasana memanas. Bahkan, keduanya sampai harus mendatangi mixed zone bersamaan sesaat setelah pertandingan berakhir untuk klarifikasi.

“Itu (emosi, red) terjadi karena atmosfer pertandingan dan saya frustrasi karena seharusnya bisa berkontribusi lebih baik. Saya melampiaskannya kepada Biglia dan itu salah. Saya langsung meminta maaf setelah itu,” ucap pemain 22 tahun itu kepada Sky Sports Italia. “Dia lebih senior dari saya. Seharusnya, saya bisa banyak belajar darinya,” sambungnya. “Kami ingin menang dan hal seperti itu seharusnya disimpan di ruang ganti. Saya sangat malu karenanya dan meminta maaf kepada semua pihak untuk tidak mengulanginya lagi,” timpal Biglia.

Namun, berdasarkan La Gazzetta dello Sport, emosi Kessie bukan sekadar karena hasil pertandingan. Melainkan tindakan rasial dari Curva Nord yang dihuni Interisti. Media yang berbasis di Milan itu melaporkan bahwa serangan rasial kepada Kessie terjadi di 15 menit pertama. Mereka menyerangnya dengan menirukan suara monyet.

“Kekalahan terasa berlipat ganda dengan kejadian itu karena bertentangan dengan bagaimana saya melihat sepakbola dan etika. Akan ada sikap dari saya untuk insiden ini dalam beberapa hari ke depan,” kata Gattuso. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here