Home TANGERANG HUB Neglasari Kampung Anti Politik Uang, Jadi Percontohan se-Banten

Neglasari Kampung Anti Politik Uang, Jadi Percontohan se-Banten

1
SHARE
BERMARTABAT: Lingkungan RW 07, Kecamatan Neglasari diresmikan menjadi kampung anti politik uang oleh Bawaslu, Sabtu (23/3). Kampung ini menjadi percontohan se-Banten jelang Pemilu 2019. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Warga RW 07, Kecamatan Neglasari, jelang Pemilu membentuk kampung anti politik uang. Pembentukan kampung ini dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berdaulat dalam pesta demokrasi April nanti.

Kampung ini secara resmi dilaunching, Sabtu (23/3).  Dihadiri Walikota Arief R Wismansyah, Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi, Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim mengatakan, kampung ini sebagai kampung percontohan dimana warganya tidak menerima serta menolak adanya money politik.

“Alhamdulillah, kita ingin mewujudkan Pemilu nanti benar-benar damai, aman dan nyaman. Untuk itu adanya kampung ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk kampung yang lain bahwa selama kampanye tidak boleh ada money politik,”ujarnya.

Agus menambahkan, dengan adanya kampung itu pihaknya serius bahwa Pemilu harus berjalan sesuai dengan koridornya. Tidak ada yang boleh melakukan praktek money politik.

“Kami betul-betul serius, agar tidak ada pelanggaran dan apapun yang bisa membuat Pemilu ini menjadi rusak. Kita ingin Indonesia nyaman, untuk itu mari kita jadikan momen pemilu untuk bisa terhindar dari politik yang menyesatkan,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi menambahkan, kampung ini baru pertama kali hadir di Provinsi Banten. Nantinya, kampung tersebut bakal dijadikan percontohan bagi kampung lainnya untuk menunjukkan bahwa pesta demokrasi lima tahunan berlangsung tanpa harus bergejolak.

“Ini kampung percontohan pertama di Provinsi Banten. Tapi nantinya bakal ada juga di Pandeglang dan Serang untuk bisa mewujudkan politik yang bersih. Untuk itu Kampung yang ada di Neglasari ini bisa membawa perubahan bagi masyarakat Banten khusunya Kota Tangerang,”tuturnya.

Didih menjelaskan, Banten memang harus ada kampung seperti kampung anti money Politik. Hal tersebut memang harus ada untuk bisa memberikan contoh kepada wilayah di luar Banten, apalagi saat ini masuk dalam kampanye.

“Mudah-mudahan masyarakat Banten tidak tergiur dengan adanya money politik, mari kita jaga wilayah kita dari money politik dan poltisasi SARA untuk mewujudkan politik yang bersih, sehat dan aman,” tutupnya. (mg-9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here