Home TANGERANG HUB Diduga Korsleting, 6 Rumah Jadi Abu

Diduga Korsleting, 6 Rumah Jadi Abu

1
SHARE
DINGINKAN: Sejumlah petugas Damkar mendinginkan bara di rumah yang dilalap si jago merah, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Diduga korsleting listrik, puluhan lapak rongsokan di Jalan Murai II, RT 06/02, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel ludes kebakar. Selain itu, enam rumah yang berbahan kayu jadi abu.

Salah seorang pemilik lapak Kusnadi (45) mengungkapkan, kejadian Pukul 11.00 Wib, berawal dari percikan api dari kabel listrik. “Ada api dari listrik karena angin kencang, menyamber gas dan motor vario yang terpakir di gubuk,” ungkapnya.

Api semakin membesar dan menyambar 12 lapak dan 6 rumah dari kayu yang ditempati oleh 6 Kepala Keluarga.

Selain itu juga dibarengi dengan kencangnya embusan angin, sehingga membuat api menjalar dengan cepatnya.

“Tadi awalnya dari korsleting listrik, terus karena angin, api langsung menjalar,” jelas Aji, seorang warga yang tinggal tepat di depan lokasi kebakaran.

Menurutnya, saat kebakaran baru terjadi, sempat terdengar ledakan karena api yang mengenai sepeda motor. Hal tersebut juga yang membuat api kian membesar.

Sementara salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran tersebut, Jarot mengatakan, bahwa setidaknya terdapat lebih dari Puluhan lapak yang hangus terbakar.

“Kurang lebih ada sebanyak 12 keluarga. Setiap keluarga bisa mempunyai dua sampai tiga lapak. Kira-kira lebih dari lapak,” terang Jarot

Jarot yang tinggal bersama kakaknya, mengaku bahwa dirinya tak menyangka dengan musibah yang dialaminya tersebut.

“Saya benar-benar tidak menyangka, tadi saya lagi ngobrol, ternyata ketika saya lihat api sudah besar, orang-orang sudah panik berlarian,” tukasnya.

Masirah salah seorang pemilik rumah yang kebakar mengungkapkan, dirinya tidak sempat menyelamatkan barang miliknya. “Saya cuma sempat menyelamatkan TV, pas mau nyelamatkan kulkas,api semakin membesar dan akhirnya kulkas pun ludes kebakar, “ungkapnya.

Saat ingin menyelamatkan diri, dirinya sempat ditolong oleh warga sekitar. “Saya sempat diseret orang agar menjauh dari rumah saya, dan saya teriak nangis karena semua ludes,” singkatnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, setidaknya sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untum memadamkan kobaran api tersebut.

Terpantau sampai pukul 13.00 WIB api belum dapat dipadamkan secara keseluruhan. Hingga akhirnya api terpadam karena hujan deras yang mengguyur sekitar pukul 13.30 WIB. (mol/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here