Home OLAHRAGA Imbang 1-1, Persija Jakarta Kalah Pinalti 3-4 dari Kalteng Putra, Tangan Tuhan...

Imbang 1-1, Persija Jakarta Kalah Pinalti 3-4 dari Kalteng Putra, Tangan Tuhan Pulangkan Juara Bertahan

0
SHARE
LOLOS: Pemain Persija, Maman Abdurrahman (kanan) berusaha menghentikan pemain Kalteng Putra, Patrich Wanggai, pada laga 8 besar Piala Presiden di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Kamis (28/3). Kalteng Putra lolos ke semifinal usai menang pinalti 3-4. FOTO: Chandra Satwika/Jawa Pos

JAKARTA – Julukan Kuda Hitam sangat pantas disematkan kepada Kalteng Putra dalam ajang Piala Presiden 2019 kali ini. Lolos dengan status juara grup yang saat itu diisi tim-tim seperti PSIS Semarang, Persipura Jayapura, dan PSM Makassar. Laskar Isen Mulang kembali memberi kejutan.

Kali ini giliran juara bertahan Persija Jakarta dikalahkan di babak perempat final Piala Presiden 2019. Dipulangkan lewat proses adu penalti setelah bermain seri 1-1 selama 90 menit. Kalteng Putra pun akhirnya memastikan ambil satu tempat di semi final nanti.

Kemenangan yang diraih memang kontroversial. Terutama gol yang dicetak oleh Patrich Wanggai pada menit ke-57. Sebab, dalam tayangan ulang mantan pemain Persib Bandung itu memang mencetak gol lewat sentuhan tangan.

Pemain Persija sempat memprotes keputusan wasit Thoriq Alkatiri ketika mensahkan gol tersebut. Pertandingan sempat terhenti kurang lebih 5 menit akibat protes tersebut. Tapi, keputusan wasit mutlak, gol tangan Tuhan Patrich tetap disahkan.

Persija yang bermain di kandang sendiri, di depan suporternya di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi tidak ingin malu. Pelatih Persija Ivan Kolev langsung merubah strategi setelah kurang lebih 60 menit timnya kurang greget ketika menyerang. Silvio Escobar yang jadi striker pun ditarik keluar digantikan bek tengah Ryuji Utomo pad amenit ke-72. Lantas, Steven Paulle yang awalnya jadi center back dipaksa jadi striker menemani Bruno Matos di depan.

Hasilnya luar biasa, dua bek Kalteng Putra yakni Ok John dan Rafael de Jesus Bonfim konsentrasinya terpecah. Postur tinggi Paulle membuat Rafael dan Ok John terpaksa memberikan penjagaan lebih ketat lagi untuk bola-bola atas. Akibatnya, Bruno pun sedikit longgar untuk mencari ruang kosong itu.

Puncaknya, pada menit ke-77 Bruno berhasil mencetak gol. dia menambah pundi-pundi golnya jadi 5 sepanjang Piala Presiden 2019. Kian memuncaki daftar top skor sementara.

Gol Bruno itu membuat pertandingan harus diakhiri dengan adu pinalti. Sesuai dengan regulasi, Piala Presiden 2019 di babak quarter final tidak ada babak tambahan waktu. Nah, di adu pinalti ini keberuntungan memilih Kalteng Putra. Meski satu pemainnya yakni I Gede Sukadana gagal mengeksekusi pinalti, tapi dua pemain Persija yakni Bruno dan Fitra Ridwan juga gagal menyarangkan bola ke gawang.

Kalteng Putra pun lolos. Pelatihnya, Gomes de Oliviera mengatakan kemenangan yang didapatnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dia sadar lawannya kemarin adalah Persija. Tim juara bertahan yang punya segudang pengalaman. Apalagi, mainnya di hadapan suporternya sendiri. ’’Tapi kami bisa merubah imposibble jadi possible. Saya salut kepada pemain bisa memenangkan pertandingan ini,’’ jelasnya.

Gomes pun juga tidak peduli dengan gol Patrich yang disebut kontrovertsial. Disebut tidak sah karena menggunakan tangan. Secara pribadi, dia mengaku tidak melihat proses gol tersebut. ’’Yang saya tahu bola masuk ke gawang. Wasit memang bisa salah, wasit juga manusia biasa,’’ ucapnya.

Tapi yang harus dilihat adalah bagaimana skuadnya bisa mengurung Persija kemarin. bisa memberi perlawanan yang maksimal. Tidak memberi space sedikitpun kepada lawannya untuk mengembangkan permainan. ’’Kalau kami kalah itu biasa, kami menang luar biasa. Tapi kami berhasil menang, saya tidak bisa berucap apa-apa lagi,’’ paparnya.

Sementara itu, Pelatih Persija Ivan Kolev tidak masalah dengan kekalahan timnya. Dia juga tidak masalah jika memang Patrich melakukan gol dengan tangannya. ’’Saya sudah tanya wasit dan bilang I dont see, okay menurut kami tidak ada masalah. Selamat untuk Kalteng Putra atas kemenangan hari ini,’’ jawabnya sambil tersenyum.

Yang jelas, kekalahan kemarin memberinya informasi yang sangat banyak atas kelemahan skuadnya. Apalagi, pada 3 April nanti, Persija akan bermain di AFC Cup menghadapi Ceres Negros FC di Filipina. ’’Mau tidak mau hilangnya (Marko) Simic jelas berpengaruh. Tapi saya tidak mau cari alasan, saya harus segera benahi tim ini. saya pikir pemain lain sudah buktikan kami bisa lebih baik,’’ terangnya. (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here