Home TANGERANG HUB Sedekah Sampah di Lokasi MTQ

Sedekah Sampah di Lokasi MTQ

1
SHARE
SAMPAH: Pengunjung MTQ menyedekahkan sampah di stand DLH yang ada di lokasi acara MTQ, Kmis (28/3). FOTO: Abdul Azis/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang membuka gerai sedekah sampah di lokasi acara MTQ.

Setiap venue MTQ didirikan stand DLH dengan tujuan mengajak masyarakat yang hadir menyaksikan perlombaan MTQ untuk sedah sampah ke stand. Di dalam stand diisi hadiah yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat yang mau menyumbangkan sampahnya.

Kepala Bidang Kebersihan DLH kota Tangerang Buceu Gartina mengatakan, dalam waktu tiga hari pihaknya berhasil mengumpulkan 300 kwintal sampah plastik yang dapat didaur ulang. Sampah tersebut didapat dari masyarakat yang bersedia menyumbangkan sampah ke stand DLH yang ada di setiap sudut arena MTQ ke-XVI.

“Ini adalah salahsatu upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA Rawa Kucing. Alhamdulillah warga antusias dan menyambut baik program ini, masyarakat berbondong-bondong membawa sampah plastik mereka ke stand kami untuk disumbangakan,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (28/3).

Beceu menambahkan, program sedekah sampah yang sengaja disediakan pada pagelaran MTQ, diharapkan dapat meningkatkan dan memberikan edukasi khususnya bagi warga Kota Tangerang bahwa sampah dapat menjadi ladang pahala.

“Biasanya mereka¬† langsung membuang seluruh sampahnya, di sini kami mencoba memberikan pengertian kepada masyarakat agar memilah sampah sebelum dibuang untuk disedekhkan,” ujarnya.

Buece mengungkapkan, selain pada pagelaran MTQ pihaknya juga membuka layanan sedekah sampah jemput sedekah sampah dengan menghubungi petugas dari DLH Kota Tangerang.

“Masyarakat bisa menyumbangkan sampah yang mereka miliki dengan menabung di bank sampah,”ungkapnya.

Dalam program sedekah sampah Beuce menuturkan, masyarakat mendapatkan tiga keuntungan sekaligus yakni salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan kesehatan dan agama.

“Dari mulai pengunjung, bahkan ada juri yang ikutan bersedekah sampah, artiya program ini sangat diterima masyarakat. Karena dengan menyumbangkan sampah mereka tidak membuat rugi. Justru membantu kita untuk bisa mengurangi sampah agar tidak menumpuk,” tutupnya. (mg-9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here