Beranda TANGERANG HUB Media Sosial Picu Perceraian

Media Sosial Picu Perceraian

1
BERBAGI
SOSIALISASI KELUARGA: Narasumber memaparkan materi tentang keutuhan keluarga di acara sosialisasi BKKBN Banten, Rabu (3/4). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Tren kasus perceraian saat ini bukan lagi disebabkan faktor ekonomi. BKKBN Provinsi Banten menemukan fakta perceraian akibat media sosial.

“Perceraian yang terjadi di Banten ini paling dominan perselingkuhan. Dimana awal mulanya dari media sosial melalui smartphone yang digunakan masyarakat. Tidak lagi ada ungkapan perceraian karena faktor ekonomi,”ujar Iswandi, Kepala Diklat BKKBN Provinsi Banten saat sosialisasi terkait pentingnya komunikasi dalam keluarga di Cikokol, Kecamatan Tangerang, Rabu (3/4).

Iswandi mengatakan, perceraian terjadi akibat fungsi dalam berkeluarga tidak dijalankan dengan baik. Salah satunya fungsi agama. Jika fungsi agama dijalankan ia meyakini tidak akan terjadi perpecahan rumah tangga.

“Fungsi agama dalam keluarga sangat penting, contohnya salat berjamaah antara suami dan istri serta anak. Tetapi saat ini sudah jarang sekali dilakukan masing-masing keluarga,”paparnya.

Iswandi menambahkan, perpecahan juga bisa terjadi lantaran beda pendapat antara suami istri. Masalah ini bisa ditemukan pada pasangan muda yang masih memiliki ego yang tinggi.

“Pasangan muda ini sering beda pendapat karena hal sepele. Mereka tinggi ego dan terjadilah perceraian. Untuk itu saya meminta agar permasalahan apapun bisa dibicarakan dengan baik dan saling komunikasi jika ingin tetap mempertahankan rumah tangga,”tuturnya.

Terpisah anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea mengungkapkan, penyebab perceraian karena kurangnya komunikasi yang baik. Untuk itu harus diberikan pemahanan melalui kegiatan BKKBN agar masyarakat paham makna keluarga khusunya bagi pasangan muda.

“Angka perceraian yang terjadi saat ini sangat luar biasa. Bahkan media sosial menjadi pemicu utama perceraian dimana pasangan akan melakukan selingkuh secara diam-diam,”ungkapnya.

Marinus menjelaskan, harus ada komitmen yang dijalankan. Karena fenomena cerai akibat media sosial saat ini banyak. Bahkan orang yang tidak kenal di media sosial bisa menjadi pemicu pertengkaran. Ia menyarankan sebisa mungkin gunakan media sosial dengan bijak.

“Komisi IX DPR RI bekerjasama dengan BKKBN akan terus memberikan masukan kepada pada masyarakat pentingnya komunikasi, kepercayaan, dan saling menghargai dalam berkeluarga. Karena dengan dasar itu angka perceraian bisa kita tekan dan kita cegah,”tutupnya. (mg-9)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here