Home TANGERANG HUB Perempuan Harus Mampu Hadapi Tantangan

Perempuan Harus Mampu Hadapi Tantangan

1
SHARE
FOTO BERSAMA: Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany (berkebaya hijau) foto bersama usai peringatan hari Kartini di GWB Puspiptek, Setu, Kamis (11/4). FOTO: Humas Tangsel for Tangerang Ekspres

SETU-Pemkot Tangsel memperingati Hari Kartini 2019 di Graha Widya Bhakti (GWB) Puspiptek, Setu, Kamis (11/4). Acara dengan tema menjadi keluarga yang toleran dan modern diera digital,” tersebut diikuti ratusan anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Tangsel dan lainnya.

Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati mengatakan, RA Kartini merupakan pelopor pejuanng perempuan Indonesia. “Kita perempuan Indonesia telah memperoleh hak-hak kita sebagai perempuan sesuai hak-hak kaum laki-laki,” ujarnya, Kamis (11/4).

Khairati menambahkan, sebagai perempuan tentu harus belajar agar tidak kalah dengan laki-laki namun, tidak boleh meninggalkan kodrat sebagai wanita. Semangat Kartini kita jadikan untuk menciptakan keluarga yang toleran dan modern diera digital.

“Peringatan hari Kartini ini juga untuk mensosialisikan pentingnya keterlibatan perempuan dan khusunya ibu dalam memberikan pemahaman dan meminimalisir pengaruh negatif gadget pada anak-anak dan khususnya keluarga pada umumnya,” tambhanya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tangsel Endah Muhamad mengatakan, banyak hal yang kita dapat teladani dari sosok Kartini. Kartini memiliki pemikiran yang modern yang punya cita-cita mulia, yakni mewujudkan emansipasi wanita Indonesia.

“Kecerdasannya mampu menguasai seni dan ilmu pengetahuan yang luar biasa wanita Jawa pada saat itu, seperti melukis, bermain piano, belajar bahasa Perancis dan Belanja,” ujarnya.

Endah menambahkan, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari sosok Kartini, yakni kreatifitas, kepedulian terhadap budaya Jawa dan keuletan belajar untuk dapat menguasai bahasa Belanda dan Perancis.

Yang paling penting sekarang adalah menggali semangat juangnya, dimana kaum wanita Indonesia dituntut untuk ikut serta mensukseskan pembangunan sesuai kemampuan kita masing-masing. “Kaum wanita juga tidak harus mengurangi perannya sebagai abdi masyaraklat dan ibu rumah tangga,” terangnya.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, peringatan hari Kartini diperingati tiap tahun dan diharapkan dijadikan sebangai semangat untuk terus bangkit dari ketertingalan menuju wanita Indonesia yang bermanfaat. Perempuan saat ini harus mampu berjuan, menjadi pendamping suami yang baik.

“Juga memberi pola asuh yang baik kepada anak, pondasi agama yang kuat bagi anak, agar mereka mampu memilih dan memilih mana yang baik dan yang buruh,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, Dengan demikian pengaruh negatif apapun dapat diantisipasi dan direduksi secara dini, sehingga mereka dapat tumbuh berkembang dengan baik dan meraih cita-citanya. Peringatan Kartini tahun ini dengan tema menjadi keluarga yang toleran dan modern di era digital.
“Perempuan di Tangsel harus terus berupaya meningkatkan preannya untuk memajukan bangsa dan negara tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita,” tambahnya.

Masih menurutnya, Kartini zaman sekarang dituntuk untuk mampu mengelola tantangan secara positif dalam bidang teknologi informasi dan digital dalam keluarga. Peran perempuan penting dalam memberikan pemahaman dan mencegah masuknya konten-konten negatif di perangkat elektronik anak-anak dan remaja.

Bagi keluarga modern, gadget yang didukung inyternet tidak dapat dilepaskan dari keseharian untuk bantu meringankan selaga kelutuhan hidup, seperti mempermudah komunikasi, dengan mudah mengakses informasi dan hiburan. Dalam hal ini, tentu peran orangtua penting untuk mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak-anak.

Era digital harus disambut dengan suka cita namun, dilema digital saat ini yang marak akan konten negatif, membuat sebagian orangtua merasa cemas. “Oleh karenanya, tidak hanya pengawasan yang diperlukan tapi, juga edukasi,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, peringati hari Kartini diharapkan tidak hanya sebagai bentuk seremonial saja tapi, juga harus menjadi refleksi kita. Dengan lahirnya Kartini sebagai simbol, bahwa wanita harus berkiprah, harus maju dan lainnya.

“Kartini bisa besar di Indonesia karena surat menyurat beliau dan suarakan agar perempuan Indonesi mau belajar dan sekolah, dengan pengetahuan kita bisa hidup lebih baik lagi,” ujarnya.

Airin menambahkan, belum lama ini terjadi kasus perundungan terhadap siswi SMP di Pontiaank. Kejadian tersebut menjadi cambuk kepada orangtua dan khususnya ibu-ibu, apakah kita sudah jadi ibu yang baik, sudah jadi ibu yang benar untuk anak. “Kekerasan ini bukan karena salah anak tapi, ada yang salah dengan orangtua,” tambahnya.

Masih menurutnya, Kartini merupakan simbol wanita ibu yang berjuang untuk keluarga dan anaknya. Apapun kegiatan yang kita lakukan buat itu bermanfaat bagi kita dan keluarga, sehingga anak kita tidak menjadi kasus perundungan baik sebagai pelaku maupun korban.

“Saya ingatkan, mari sama-sama kita sadari karena tidak semua perumpuan diberikan amanah dengan diberikan anak oleh Allah,” tuturnya. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here