Home OLAHRAGA Dua Laga 9 Gol, Kandang Persita Lebih Angker

Dua Laga 9 Gol, Kandang Persita Lebih Angker

0
SHARE
START OKE: Aldi Al Achya (kiri) mulai mencetak gol kembali. FOTO: Persita Media

TANGERANG: Di tangan Widodo Cahyono Putra (WCP), Persita cukup menjanjikan. Polesan mantan pemain timnas Indonesia 90-an tersebut, lini penyerang sangat produktif mencetak gol. Menjebol gawang Persibat 4 gol. Teranyar, Sabtu (6/7) sore, menjebol gawang PSPS Riau 5 gol. Total 9 gol dibukukan di laga yang berlangsung di kandang Persita, Stadion Sport Center, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Jika dibandingkan musim 2018, kali ini pendekar Cisadane (julukan Persita) sangat garang menghajar pertahanan lawan. ‘Penyakit’ yang selalu kebobolan di menit akhir babak kedua sudah tidak kambuh lagi. Justru lebih konsisten. Kandang Persita kini, makin angker bagi lawan-lawannya.

Penampilan Persita pada kompetisi Liga 2 musim ini berbeda dengan musim 2018. Di awal musim sudah menampakkan kegarangannya di lini depan dan kokoh di lini belakang. Kemenangan 5-0 atas tamunya PSPS Riau, menjadi bukti keganasan pemain lini depan tim Ungu. Diawali gol Chandra Waskito di menit ke-15 dilanjutkan 5 menit kemudian melalui gol Aldi Al Achya memaksimalkan umpan Kito, sapaan Chandra Waskito. Lalu dilanjutkan dua gol Sirvi Arvani 42 dan 50 sebelum ditutup gol Arianto pada menit 74.

Dua gol Sirvi juga mengantarkan pemain asal Serang itu sebagai top skorer Liga 2 sementara dengan 6 gol. Dia mengalahkan Syaiful Bahri striker PSCS yang mengemas 3 gol. Musim lalu diawal kompetisi Persita tampil labil. Meski mencatat dua kemenangan di awal. Namun naluri gol pemain Persita tak seperti musim ini. Musim lalu Aldi Al Achya dan Sirvi sulit menjebol gawang lawan. Musim ini lini depan Persita moncer. Kemenangan ini tentunya disyukuri oleh Persita. WCP menyebut kemenangan ini sebagai buah dari kerja keras tim. “Pertandingan memang dari awal kita menguasai pertandingan. Pemain sungguh sudah bekerja keras dan sudah menciptakan lima gol.” kata mantan striker timnas tersebut.

“Tapi ke depannya tetap, baik buruk harus tetap kita evaluasi karena ada beberapa peluang yang mestinya kita bisa mencetak lebih dari lima gol. Tapi ini kita patut syukuri,” ujar pelatih asal Cilacap tersebut. Sedang Sirvi Arvani menyatakan dua gol yang dibuatnya adalah hasil kerja tim dengan pemain lain. Sulit baginya membuat dua gol jika pemain lain tidak bermain bagus.

“Alhamdulillah Kito main bagus, Aldi juga kami mendapat umpan-umpan yang baik dari pemain di lini tengah. Bek juga bekerja dengan baik, membuat kami tenang dalam melakukan serangan,” ucap Sirvi. Yang jelas, saat ini lanjut Sirvi dirinya tidak was-was apakah bisa membuat gol atau tidak karena semua pemain memiliki kemampuan membuat gol yang sama. “Beban membuat gol bukan pada pundak satu pemain tapi kepada semua pemain. Mudah-mudahan suasana ini bisa terus berlanjut di pertandingan away nanti,” kata Sirvi. Selanjutnya, Persita akan memulai tur Sumatera untuk rangkaian laga tandang. Persita akan melawan Sriwijaya FC pada Sabtu, 13 Juli disusul melawan Persiraja pada Jumat, 19 Juli dan melawan PSMS Medan pada 23 Juli. Bertanding di kandang lawan, akan menjadi pembuktian. Apakah Persita bisa membunuh ‘penyakit sulit menang’ di kandang lawan? (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here