Home HUKUM Emas 6 Kg Dibuang ke Tong Sampah, Bemodal Waze Rampok SPBU dan...

Emas 6 Kg Dibuang ke Tong Sampah, Bemodal Waze Rampok SPBU dan Toko Emas

0
SHARE

SERANG-Perampok asal Malaysia beraksi di Indonesia. Sasarannya, toko emas dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balaraja, Kabupaten Tangerang. Aksi pertama Jumat (14/6) pukul 17.55 WIB, merampok di SPBU 34.15606 di Desa Sukamulya, Balaraja. Sehari setelahnya, Sabtu (15/6) pukul 09.19 WIB menggasak 6 kilogram perhiasan emas dari Toko Emas Permata, Jalan Raya Serang Km. 23,5 Cariu, Desa Talagasari, Balaraja.

Dua pelaku warga Malaysia, Muhammad Nazri Fadzil (26) dan Muhammad Nur Iskandar (24), sukses merampas uang tunai Rp 4,6 juta dari pegawai SPBU. Di toko Emas Permata menggondol 6 kg emas senilai Rp 1,5 miliar. Sukses merampok, kedua pelaku kabur dan pulang ke Malaysia. “Pelaku mengakui barang bukti hasil kejahatan berupa emas dibawa pulang ke Malaysia. Saat hendak dijual di Kuala Lumpur, emas tersebut tidak laku. Dan akhirnya oleh pelaku dibuang ke tong sampah di daerah Kuala Lumpur, Malaysia,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga, saat menggelar ekspose di Mapolda Banten, Rabu (10/7).

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menjelaskan, setelah terjadi perampokan di dua tempat di Balaraja, Kabupaten Tangerang itu, tim dari Polresta Tangerang melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, diketahui, pelaku ternyata warga Malaysia. Pada 2 Juli lalu, Mabes Polri mendapat informasi dari Polisi Diraja Malaysia, bahwa Muhammad Nazri Fadzil dan Muhammad Nur Iskandar telah ditangkap. Di Malaysia, kedua pelaku juga merampok SPBU di Maran, Pahang.

Direskrimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga (kiri) dan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menunjukkan foto kedua pelaku perampokan emas di Balaraja.

Kepolisian Malaysia juga memberikan izin bagi Polri untuk memeriksa kedua pelaku. Kamis 4 Juli, tim Polresta Tangerang dipimpin Kasat Reskrim AKP Gogo Galesung dan tim Direskrimum Polda Banten terbang ke Kuala Lumpur Malaysia, untuk melakukan interograsi di Kantor Kepolisian Maran Pahang Malaysia.

“Hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Yakni, melakukan pencurian degan kekerasan di SPBU dan toko emas di Balaraja. Aksi itu dilakukan hanya berdua. Pelaku sebelumnya sudah mempelajari lokasi yang menjadi sasarannya. Untuk menentukan rute kabur, menggunakan aplikasi Waze (aplikasi peta) yang ada di handphone,” katanya. Saat ini kedua pelaku masih ditahan di Kantor Kepolisian Marah Pahang Malaysia. “Adapun modus operandi, pelaku melakukan pencurian dengan cara menodongkan diduga senjata api dan senjata tajam kepada korban,” kata Edy kepada wartawan.

Edy menjelaskan saat merampok SPBU, kedua pelaku datang menggunakan mobil Avanza warna putih. Tiba di SPBU itu, mereka langsung menodong Ferri Abdulah karyawan SPBU. Tas yang melingkar di pinggang Ferri langsung diambil paksa. Tas itu berisi uang Rp 4,6 juta, hasil penjualan bahan bakar. Usai merampas tas, kedua begundal kabur menuju tol Merak.

Sehari setelahnya, Jumat (15/6), Muhammad Nazri Fadzil dan Muhammad Nur Iskandar beraksi di toko Emas Permata. Kedua pemuda itu, menutupi wajahnya dengan masker. Dengan pistol di tangan, Muhammad Nazri Fadzil langsung melompati etalase toko. Sementara Muhammad Nur Iskandar menghunus samurai mengancam warga yang di sekitar toko, akan membunuhnya jika berteriak. Demikian juga dengan para pramuniaga toko Emas Pertama. Kedua pelaku leluasa menggasak perhiasan emas yang ada di toko tersebut. Sebelum kabur, mobil Avanza putih yang dipakai pelaku sempat dilempari batu oleh warga. Kaca bagian belakang mobil retak.

Kedua pelaku berhasil kabur. Sekitar 10 hari kemudian, tim gabungan Direskrim Polda Banten dan Polresta Tangerang berhasil mengidentifikasi mobil Avanza yang dipakai pelaku. Pelaku menyewa mobil dari tempat rental kendaraan Andrew Rent Car di Jakarta Utara. Dari rental mobi inilah, identitas pelaku berhasil diketahui. “Mobil tersebut disewa dua pria, atas nama sesuai pasport Muhammad Nazri Fadzil yang beralamat di Taman, Desa Jaya, Kuala Lumpur dan Muhammad Nur Iskhandar Kuala Lumpur, Malaysia,” papar Edy.

Polisi lantas bergerak ke kantor imigrasi. Petugas imigrasi lantas melacak keberadaan kedua pria tersebut. “Pelaku sudah kembali ke Malaysia pada 15 Juni 2019 sekira jam 18.00 WIB. Selanjutnya tim berkordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia, melalui pimpinan DirreskrimUm Polda Banten,” katanya. Pistol yang digunakan pelaku ternyata hanya tiruan. Pistol itu hanya korek api. Ini diketahui, setelah polisi menggeledah mobil Avanza yang dilakukan pelaku di tempat rental. Selain itu juga ditemukan, kotak baki emas, dudukan gelang.(mg-04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here