Home TANGERANG HUB Polusi Merusak Tumbuhan, Kualitas Udara Kategori Sedang

Polusi Merusak Tumbuhan, Kualitas Udara Kategori Sedang

0
SHARE
POLUSI UDARA: Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan angka 68 dengan kualitas udara di Kota Tangerang masuk kategori sedang. FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Kualitas udara di Kota Tangerang tidak bagus untuk tumbuhan. Karena tingkat polusinya berada pada kategori sedang dengan rentang nilai 68 berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Dilansir dari website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara dengan kategori sedang dapat berpengaruh pada tumbuhan sensitif dan nilai estetika. Namun, tidak berdampak pada kesehatan manusia dan hewan.

Kepala DLH Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan, walaupun padatnya transportasi di Kota Tangerang, polusi yang dihasilkan masih status sedang dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

“Untuk polusi di Kota Tangerang masih terbilang aman, karena dari mesin Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) polusi terbilang sedang diangka 68. Jadi kita pastikan tidak akan ada masalah untuk polusi di Kota Tangerang,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Plaza Pemkot Tangerang, Senin (12/8).

Dedi menambahkan, DLH Kota Tangerang mempunyai mesin ISPU sebanyak 2 unit yang terpasang di Jalan Benteng Betawi dan di wilayah Ciledug. Dengan mesin ISPU itu DLH bisa mengetahui kualitas polusi yang menyelimuti Kota Tangerang.

“Kita pasang di lokasi yang memang padat transportasinya, hal itu untuk mempermudah kita mengetahui ketebalan polusi di Kota Tangerang. Setiap hari ada petugas DLH yang melakukan pencatatan hasil dari mesin ISPU itu, karena memang mesin ISPU itu bekerja 24 jam dan tidak ada penghentian,”paparnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya dengan mesin ISPU, DLH juga melakukan pengecekan dengan cara manual. Dimana, alat pengecekan tersebut ada 37 unit yang terpasang di 13 Kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Hasil dari alat tersebut nantinya akan dilaporkan ke DLH melalui pihak ketiga yakni laboratorium yang bekerjasama dengan DLH untuk melaporkan hasil uji lab polusi di setiap Kecamatan.

“Selain menggunakan mesin ISPU, pengecekan juga dilakukan dengan cara manual. Karena di setiap Kecamatan juga harus dilakukan pengecekan polusinya untuk mengetahui seberapa tebal polusi yang terjadi dimasing-masing Kecamatan yang ada di Kota Tangerang,”ungkapnya.

Dedi menuturkan, untuk mengantisipasi penebalan polusi, pihaknya melakukan cara penanaman pohon. Dengan adanya pohon di pinggir jalan bisa memfilter polusi.

“Penanaman pohon di jalan ataupun di lingkungan bisa memfilter polusi, cara tersebut sangat ampuh. Karena hasil dari penelitian yang dilakukan DLH, pohon bisa memfilter udara kotor. Maka itu gerakan penanaman pohon harus dijalankan,”pungkasnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here