Home TANGERANG HUB Air Baku Tak Layak, Kantor Rekanan di Singapura, PDAM Sulit Koordinasi

Air Baku Tak Layak, Kantor Rekanan di Singapura, PDAM Sulit Koordinasi

0
SHARE
PEMBERSIHAN: Tim teknis PDAM Tirta Benteng membersihkan cacing sutra yang keluar ke saluran air rumah warga di Komplek Kunciran Mas Permai, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kamis (16/8). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG-Air bersih dari PDAM Tirta Benteng ada cacingnya. Warga Kompleks Kunciran Mas Permai, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang menemukan cacing keluar cacing saat membuka keran. Humas PDAM Tirta Benteng menjelaskan, air bersih untuk pelanggan di Kunciran Mas, disuplai oleh perusahaan rekanan PDM Tirta Benteng. Yakni, PT BHJ.

Warga Kunciran Mas Permai tidak bisa menggunakan air untuk mandi dan masak. Seperti yang diungkapkan oleh Santo Yanto (40). Ia tidak bisa menggunakan air lantaran ada cacing sutra yang bercampur air. Ia sempat melaporkan kejadian tersebut kepada PDAM Tirta Benteng untuk bisa membersihkan cacing sutra yang keluar dari keran miliknya.

“Kejadian kemarin, di mana air di rumah saya tidak keluar. Setelah beberapa jam, air keluar kecil selanjutnya ditambah ada cacing sutra. Pikir saya hanya kotoran biasa. Setelah dilihat ternyata cacing sutra,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di rumahnya.

Menanggapi adanya keluhan tersebut, Humas PDAM Tirta Benteng Ichsan Sodikin menjelaskan, memang yang dialami warga Kunciran Mas Permai benar adanya.

Keluarnya cacing dikarenakan air baku diambil dari Kali Angke yang sudah dalam kondisi kritis. Ichsan menyebut, air baku dari Kali Angke memang sudah tidak layak.

“Kami minta maaf atas kejadian ini. Tetapi kami akan melakukan upaya membantu warga mendapatkan air bersih. Kita juga sudah mengirim 5 mobil tangki untuk warga Kunciran Mas Permai,”ungkapnya.

Ichsan menambahkan, air yang digunakan oleh warga Kunciran Mas Permai dikelola oleh PT. BHJ dengan menggunakan air baku dari Kali Angke.

Tetapi, memang kondisi saat ini statusnya kritis. Karena air baku di sana sudah tidak lagi bisa digunakan.

“Jadi kondisi kemarau ini menyebabkan air di Kali Angke sudah tidak layak digunakan lagi. Bahkan air di sana memang sudah bercampur dengan lumpur yang mengakibatkan cacing, kuman, dan planton bisa masuk ke penyaluran rumah karena air baku sudah berkurang,”paparnya.

Ia menuturkan, dalam kasus ini seharusnya PT. BHJ sebagai rekanan PDAM Tirta Benteng juga harus ikut andil dalam penanganan masalah yang dialami warga.

Tetapi memang kondisinya sangat tidak memungkinkan. Kata Ichsan kantor PT. BHJ berada di Singapura dan sulit untuk melakukan koordinasi.

“Kantor PT. BHJ itu ada di Singapura, kita sangat susah melakukan koordinasi. Tetapi kita terus berupaya untuk bisa menyelesaikan masalah ini. Sekali lagi saya meminta maaf atas kejadian ini,” katanya.

Sementara itu Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengungkapkan, untuk masalah air warga Kunciran Mas Permai tim yang berkaitan akan dipanggil dan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui cacing tersebut masuk dari mana.

“Untuk masalah ini, kan ada timnya. Jadi kita serahkan kepada tim yang berwenang. Kita juga akan mencari tahu darimana cacing tersebut. Kita berdoa saja mudah-mudahan bisa turun hujan,” tutupnya.

Pantuan Tangerang Ekspres di lapangan, tim teknis PDAM Tirta Benteng langsung turun untuk mengecek tempat pengolahan air dan memberikan bahan kimia untuk membasmi cacing, kuman, dan juga planton hasil dari kali Angke. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here